periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi tinggi kepada puluhan warga Kabupaten Pati yang datang langsung ke Jakarta untuk menggelar aksi tumpengan di depan Gedung Merah Putih KPK, Kamis (12/2). Aksi tersebut dilakukan warga sebagai bentuk dukungan moral atas ketegasan KPK dalam mengusut kasus korupsi di daerah mereka.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan antusiasme masyarakat ini membuktikan bahwa pengawasan publik terhadap pemberantasan korupsi tidak terbatas oleh letak geografis.
“KPK tentu menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena warga Pati kita ketahui secara intens terus mendukung KPK. Ternyata jarak bukan lagi halangan bagi mereka. Mereka jauh-jauh dari Pati datang ke Jakarta untuk mendukung secara langsung upaya pemberantasan korupsi oleh KPK,” kata Budi di Gedung KPK, Kamis (12/2).
Budi menjelaskan, kunjungan warga tersebut secara spesifik memberikan dukungan penuh terhadap penanganan perkara dugaan pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati. Kasus ini telah menyeret Bupati Pati nonaktif, Sudewo (SDW), sebagai salah satu tersangka utama.
“Hari ini kami juga mendapatkan kunjungan dari warga Pati yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan korupsi yang KPK lakukan, khususnya di Pati, yaitu berkaitan dengan perkara dugaan pemerasan untuk pengisian jabatan perangkat desa. Salah satu tersangkanya adalah Saudara SDW,” ungkapnya.
Diketahui, aksi ini diikuti oleh 89 warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan menempuh perjalanan darat menggunakan dua unit bus dari Pati sejak Rabu (11/2) sore. Juru Bicara AMPB, Syaiful Bahri, menegaskan seluruh biaya akomodasi, konsumsi, hingga lima tumpeng yang dibawa merupakan hasil swadaya murni masyarakat sebagai wujud syukur atas ketegasan KPK melakukan OTT di wilayah mereka. Warga geram karena praktik korupsi telah merambah hingga ke tingkat desa sehingga mereka merasa perlu hadir langsung memberikan dukungan moral.
Di halaman depan Gedung KPK, warga menggelar doa bersama sebelum menyantap nasi tumpeng sebagai simbol syukuran atas ditangkapnya pemimpin yang korup. Menariknya, dari lima tumpeng yang dibawa, warga menyerahkan satu tumpeng secara simbolis kepada perwakilan Biro Humas KPK sebagai bentuk apresiasi dan sinergi antara rakyat dan lembaga antirasuah.
Tinggalkan Komentar
Komentar