periskop.id - Sebanyak 89 warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menunjukkan kekompakannya dengan mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggunakan dana swadaya murni. Aksi yang diwarnai prosesi tumpengan ini merupakan bentuk dukungan nyata sekaligus desakan agar KPK menuntaskan kasus operasi tangkap tangan (OTT) pengisian perangkat desa yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo (SDW).

Juru Bicara AMPB, Syaiful Bahri, menegaskan seluruh biaya akomodasi, konsumsi, hingga perlengkapan aksi berasal dari kantong pribadi masyarakat sebagai wujud syukur atas ketegasan lembaga antirasuah.

“Terkait tumpengan dan lain sebagainya, ini murni swadaya masyarakat dan merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Pati atas ketegasan KPK pada kesempatan kemarin, yaitu OTT oknum korup di wilayah kami,” kata Syaiful di Gedung KPK, Kamis (12/2).

Massa yang terdiri dari sekitar 89 orang tersebut berangkat dari Pati sejak Rabu (11/2) sore pukul 16.00 WIB menggunakan dua unit bus. Syaiful menjelaskan, masyarakat merasa geram karena praktik korupsi saat ini sudah merambah hingga ke tingkat desa sehingga mereka merasa perlu hadir langsung memberikan dukungan kepada KPK.

“Aksi ini diikuti kurang lebih 89 orang atau dua bus dari Pati. Berangkatnya kemarin sore, habis Asar atau pukul 16.00 WIB,” ungkapnya.

Diketahui, massa aksi sudah memenuhi halaman depan Gedung KPK sejak pukul 10.00 WIB. Mereka datang membawa karangan bunga besar bertuliskan “Terima kasih KPK Atas Komitmen dan Keberaniannya Usut Tuntas OTT di Pati Demi Tegaknya Keadilan dan Pemberantasan Korupsi.”

Aksi unik yang mereka lakukan adalah tumpengan. Mereka jauh-jauh datang membawa lima nasi kuning tumpeng berisi lauk-pauk seperti telur balado, mi goreng, ayam goreng, tahu goreng, selada, dan tomat. Adapun tumpeng tersebut dipesan di Jakarta karena jika dibawa dari Pati dikhawatirkan akan basi.

Kemudian, masyarakat Pati duduk berkumpul untuk berdoa bersama dipimpin oleh satu orang. Setelah itu, menjelang pukul 12.00 WIB, mereka mulai bersiap menyantap tumpeng tersebut secara bersama-sama.

Satu per satu warga Pati mengambil nasi tumpeng dengan lauknya di atas piring. Mereka menyantapnya bersama di halaman depan Gedung KPK sambil sesekali tersenyum dan tertawa. Mereka bersyukur pemimpin yang korupsi di wilayahnya akhirnya ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Dari lima tumpeng tersebut, ada satu yang diberikan untuk KPK. Beberapa perwakilan menyerahkan nasi tumpeng tersebut yang diterima oleh perwakilan Biro Humas KPK.

“Terima kasih,” ucap perwakilan warga Pati sambil memberikan tumpeng tersebut kepada pihak KPK.