periskop.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan jaminan tegas bahwa tidak boleh ada warga negara yang mendapatkan intimidasi maupun teror hanya karena menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Presiden menegaskan komitmennya untuk membangun Indonesia yang beradab melalui penegakan hukum yang bersih dan transparan.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kegelisahan publik terkait banyaknya kasus teror terhadap tokoh kritis yang kerap tidak terselesaikan sehingga memicu spekulasi adanya keterlibatan unsur negara.
“Saya ingin menjamin. Saya ingin membangun Indonesia yang beradab. Itu cita-cita saya. Saya ingin membangun pemerintahan yang bersih. Saya ingin punya polisi yang bersih, jaksa yang bersih, intelijen yang bersih,” kata Prabowo, Jumat (20/3).
Menanggapi persepsi negatif publik akibat ketiadaan jawaban atas kasus-kasus teror masa lalu, Prabowo menginstruksikan jajaran penegak hukum untuk bekerja secara serius. Ia meminta agar setiap tindakan kekerasan terhadap pihak kritis diusut secara tuntas hingga menyentuh dalang di balik layar.
Prabowo menegaskan kembali posisinya terhadap kebebasan berpendapat di Tanah Air. Saat dikonfirmasi mengenai perlindungan bagi warga yang bersuara kritis, Presiden menjawab dengan nada lugas dan berwibawa:
“Tidak boleh (ada intimidasi)! Kalau wewenang ada, itu saya lakukan,” ungkap Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo juga menyinggung bahwa dirinya secara pribadi memahami rasanya menjadi korban persepsi. Namun, ia memilih untuk fokus pada isu strategis rakyat, seperti ketahanan pangan dan energi. Ia mengklaim, di tengah situasi global yang sulit, pemerintahannya tetap berhasil menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan.
“Anda tahu, saya mau tanya sekali lagi ya, saya ini korban juga. Tapi saya berpikir yang besar. Concern rakyat: pangan, energi, benar nggak? Dengan perang, harga pangan bisa naik. Tapi saya mau tanya, ini bulan Ramadan, harga pangan terkendali atau tidak? You know, I think we are doing a good job,” jelas Prabowo.
Tinggalkan Komentar
Komentar