periskop.id - Sebanyak 110 calon pimpinan nasional yang tengah menempuh pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menyambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (23/4). Langkah ini dilakukan untuk memastikan para calon pemegang jabatan strategis memiliki integritas antikorupsi yang kuat sebelum resmi menjabat.
Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, menjelaskan bahwa peserta pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan ke-69 didominasi oleh calon perwira tinggi TNI-Polri, ASN, serta unsur masyarakat sipil.
“Kami tentu memiliki target dari proses pendidikan ini bukan hanya sekadar memahami situasi geopolitik dan konsensus kebangsaan, tetapi juga mampu mencetak calon pimpinan nasional yang berintegritas dan antikorupsi,” kata Ace di Gedung KPK, Kamis (23/4).
Kunjungan ini merupakan hari kedua dari rangkaian pendidikan yang kurikulumnya disusun langsung oleh KPK. Para calon pimpinan nasional diajak melihat langsung proses kerja lembaga antirasuah, mulai dari penyelidikan hingga pengelolaan barang rampasan di Rupbasan.
Ace berharap, dengan menyaksikan langsung cara kerja para “pendekar” antikorupsi, komitmen menjauhi praktik rasuah dapat tertanam kuat saat para lulusan Lemhannas menduduki jabatan penting di masa depan.
“Sehingga komitmen Lemhannas untuk mencetak pemimpin bukan saja memiliki pengetahuan dan wawasan, tetapi juga integritas melawan korupsi yang tercermin dari perilaku serta tindakan mereka ketika lulus dan menduduki jabatan strategis,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK, Cahya Hardianto Harefa, mengapresiasi pelibatan KPK dalam program pendidikan pimpinan nasional ini. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas secara konsisten, terutama setelah para peserta kembali ke instansi masing-masing untuk menjalankan tugas operasional.
“Harapannya ke depan program ini bisa terus berlangsung untuk mencetak pemimpin nasional yang lebih berintegritas, yang konsisten menjaga integritasnya setelah menjabat di instansi masing-masing,” kata Cahya.
Tinggalkan Komentar
Komentar