periskop.id - Polda Metro Jaya mengonfirmasi jadwal pemeriksaan terhadap Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan manajemen taksi Green SM untuk mengusut insiden kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto merinci langkah penyidikan lanjutan tersebut melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (3/5). "Selanjutnya, pada Senin mendatang, penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taxi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif," tuturnya.
Budi memaparkan agenda pemanggilan saksi dari pihak pemerintah dan perusahaan tersebut akan berlangsung pada hari Senin (4/5).
Langkah hukum ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian membongkar penyebab pasti rentetan tabrakan maut di perlintasan sebidang.
Insiden tragis tersebut sebelumnya melibatkan Kereta Api Argo Bromo, armada Kereta Rel Listrik (KRL), dan sebuah taksi listrik Green SM.
Tabrakan beruntun pada Senin (27/4) malam lalu mengakibatkan 16 orang penumpang perempuan meninggal dunia.
Pihak kepolisian sejauh ini terus mengumpulkan seluruh barang bukti langsung di lapangan.
"Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya," katanya.
Penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya mencatat rekapitulasi pemeriksaan terhadap 31 orang saksi mata.
Rombongan saksi ini meliputi masinis, pengemudi taksi, penjaga palang, petugas operasional KAI, hingga korban selamat.
Budi menguraikan tragedi nahas ini bermula saat KRL menabrak taksi listrik Green SM di sekitar perlintasan sebidang kawasan Ampera.
Armada KRL tersebut otomatis terhenti dan terpaksa menghalangi laju jalur perkeretaapian di titik lokasi.
Kereta Api Argo Bromo dari arah belakang kemudian melaju dan menabrak keras KRL yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Tinggalkan Komentar
Komentar