Periskop.id - Iran menetapkan tenggat selama satu bulan untuk negosiasi dengan Amerika Serikat, demi tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz dan mengakhiri blokade maritim. Termasuk menghentikan perang di Iran dan Lebanon untuk selamanya, seperti dikutip dari laporan Axios, Sabtu (2/5).

Iran sendiri telah menyampaikan proposal berisi 14 poin yang direvisi kepada Amerika Serikat, Kamis (30/4). Dua sumber yang mendapat informasi terkait dokumen tersebut mengatakan, proposal dari Iran menetapkan lini masa ketat selama sebulan untuk mencapai kesepakatan. Mencakup akses maritim, pengakhiran blokade laut, dan gencatan senjata berkelanjutan.

"Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan hal jahat, tapi sekarang kami akan lihat. Hal itu bisa terjadi, tentu saja," kata Presiden AS Donald Trump, Sabtu (2/5), saat menjawab soal kemungkinan adanya serangan baru terhadap Iran.

Proposal itu memproyeksikan tahap pembicaraan selanjutnya akan berlangsung hanya jika kesepakatan awal telah tercapai. Fokusnya pada negosiasi pada isu program nuklir untuk tambahan satu bulan ke depan, menurut sumber-sumber tersebut.

IRNA sebelumnya melaporkan, pada 30 April usulan perdamaian dari Teheran tersebut telah diserahkan kepada Pakistan. Menurut laporan kantor berita Tasnim, AS mengusulkan gencatan senjata selama dua bulan, tetapi Iran bersikukuh agar semua isu diselesaikan dalam 30 hari. 

Iran berharap, fokusnya menjadi mengakhiri perang secara penuh alih-alih sekadar memperpanjang gencatan senjata. Tuntutan utama Teheran antara lain ganti rugi, jaminan agresi militer tak akan terjadi lagi, serta penarikan mundur pasukan AS dari sekeliling Iran.

Meskipun sebelumnya mengaku tak puas dengan proposal Iran, Trump, menjelang penerbangannya ke Miami pada Sabtu, berjanji akan mengkajinya selama mengudara.

"Mereka telah menyampaikan kepada saya tentang konsep kesepakatannya. Mereka akan menyampaikan pernyataan persisnya saat ini," kata Trump.

Namun, Trump kemudian bernada keras di media sosial Truth Social. Ia menuding Iran belum membayar harga cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada kemanusiaan dan kepada dunia dalam 47 tahun terakhir.

Dalam pernyataan yang sama kepada awak media, Trump menyebut blokade terhadap pelabuhan Iran, sebagai langkah yang sangat bersahabat dan tidak bertentangan dengan klaimnya permusuhan telah berakhir.

Konflik Baru
Sebelumnya, seorang pejabat militer senior Iran memperingatkan, konflik baru dengan Amerika Serikat kemungkinan besar terjadi.  “Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar terjadi, dan berbagai bukti juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak mematuhi komitmen atau perjanjian apa pun,” kata Mohammad Jafar Asadi, wakil inspektur markas militer, dalam pernyataan yang dikutip kantor berita semi-resmi Fars.

“Tindakan dan pernyataan para pejabat AS sebagian besar berorientasi pada media, yang bertujuan pertama untuk mencegah penurunan harga minyak dan kedua untuk keluar dari situasi sulit yang mereka ciptakan sendiri,” tambahnya.

Asadi menegaskan, angkatan bersenjata Iran dalam kesiapan penuh untuk menghadapi setiap petualangan baru dan salah perhitungan oleh Amerika Serikat.