periskop.id - Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga atau akrab disapa Bro Ron, mengungkapkan kronologi insiden pemukulan yang menimpanya saat melakukan pendampingan mediasi di sebuah kantor firma hukum di Jakarta, Senin (4/5) sore. Ronald menyebut para pelaku diduga sengaja kembali ke lokasi kejadian untuk memicu keributan, meskipun sebelumnya telah diminta pergi oleh aparat kepolisian.
“Tiga oknum ini naik kembali ke lantai 4 (lokasi kantor MPP), seketika mulai lagi cekcok,” kata Bro Ron kepada wartawan, Selasa (5/5).
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 16.00 WIB saat Ronald menemani karyawan PT SKS untuk beraudiensi ke kantor firma hukum Michael, Putra & Partners (MPP). Ronald hadir sebagai mediator atas permintaan karyawan karena pimpinan kantor hukum tersebut merupakan mantan rekan kerjanya.
“Kenapa ajak saya? Karena pimpinan kantor hukum Michael, Putra & Partners (MPP) ini adalah mantan partner saya tahun lalu dan saya diminta bantu mediasi,” ujar Bro Ron.
Ketegangan mulai memuncak sekitar pukul 18.00 WIB ketika tiga orang tidak dikenal yang mengaku sebagai pihak pengamanan kantor datang dan meminta massa aksi keluar dari gedung. Situasi tersebut memicu percekcokan antara ketiga oknum dengan karyawan serta Ronald.
Petugas dari Polsek Menteng yang berada di lokasi sempat berhasil meredam situasi dengan mengawal ketiga oknum tersebut turun.
“Tapi akhirnya tiga oknum ini berhasil dipukul mundur oleh anggota Polsek Menteng yang sudah lebih dulu hadir di lokasi. Dipukul mundur maksudnya dikawal turun melalui lift, entah diusir atau dikawal sampai lobi gedung,” jelasnya.
Meski telah dikawal turun, ketiga orang tersebut ternyata kembali naik ke lantai 4 lokasi kantor MPP sekitar 15 menit kemudian melalui tangga. Hanya berselang 10 detik setelah kemunculan mereka, pemukulan terhadap Ronald pun terjadi.
“Cekcok sekitar 10 detik setelah mereka muncul dari tangga, terjadilah pemukulan seperti di video,” ungkapnya.
Ronald menyimpulkan tindakan para oknum tersebut merupakan bentuk kesengajaan untuk membuat keributan. Sebab, aksi kekerasan dilakukan secara berani meskipun di lokasi terdapat aparat keamanan.
“Kesimpulan, setelah dikawal oleh anggota Polsek turun ke bawah, mereka sengaja naik kembali untuk membuat onar. Di depan anggota Polsek Menteng dan Babinsa, mereka berani melakukan kekerasan,” pungkas Ronald.
Tinggalkan Komentar
Komentar