periskop.id - Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil sikap sebagai respons konkret dan bentuk kepedulian terhadap empat jurnalis yang diduga diculik tentara Zionis Israel saat bertugas.
Ketua Umum KPP DEM, Achmad Satryo Yudhantoko, mengatakan bahwa sebagai pucuk pimpinan tertinggi dalam negara demokrasi, Prabowo harus menunjukkan kepedulian dan memberikan solusi praktis bagi jurnalis yang bertugas di daerah konflik.
"Kami turut prihatin kepada keluarga rekan-rekan kami, yang di antaranya juga senior kami di lapangan. Kami mendorong agar Presiden segera mengambil sikap dan memberikan keterangan kepada keluarga korban agar lebih tenang menghadapi ujian yang sedang melanda," kata Satryo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5).
Satryo mengaku mendapat kabar sejak kemarin dan terus mengumpulkan informasi terkait empat jurnalis yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
Keempat jurnalis yang kabarnya ditahan IDF Zionis Israel, di antaranya dua orang Jurnalis Republika, yaitu Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai Rifan, Jurnalis iNews Rahendro Herubowo, serta Jurnalis Tempo Andre Prasetyo.
Lebih lanjut, Satryo mendapati informasi bahwa salah satu keluarga Abeng sempat kehilangan kontak beberapa hari setelah berada di wilayah konflik.
"Bang Abeng kabarnya juga sempat menyiapkan sebuah video untuk mengantisipasi jika hal-hal yang dikhawatirkan terjadi. Jadi itu bisa menjadi titik awal pencarian kawan-kawan," lanjutnya.
Satryo menegaskan, pers sebagai pilar keempat demokrasi merupakan bagian terpenting negara dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia.
"Presiden Prabowo kami harap dapat menyelamatkan kawan-kawan kami yang kabarnya diculik oleh tentara IDF Zionis Israel," ujarnya.
Selain itu, Sekretaris Jenderal KPP DEM, Nopri Agustian, mengungkapkan bahwa Zionis Israel sudah dua kali menimbulkan persoalan kemanusiaan dengan Indonesia. Selain penculikan empat jurnalis kali ini, sebelumnya tentara Israel menyerang personel TNI yang bertugas di Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
"Ini sudah kedua kalinya Zionis Israel mengganggu misi perdamaian dan langsung menyentuh keluarga kita, warga negara Indonesia. Presiden seharusnya tidak tinggal diam," kata Nopri.
Atas tindakan tentara Israel terhadap WNI tersebut, Nopri meyakini Prabowo akan segera mengumumkan sikapnya untuk memastikan keselamatan jurnalis yang dijamin negara.
"Semoga dalam waktu dekat Presiden menyampaikan kebijakan yang akan diambil demi rekan-rekan penjaga demokrasi dan juga hak asasi manusia," tutup Nopri.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar