Periskop.id - Kondisi ekonomi global sepanjang paruh pertama tahun 2026 menunjukkan dinamika yang sangat kontras bagi mata uang di berbagai negara berkembang.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Google Finance hingga Selasa (19/5), terjadi pergerakan signifikan pada nilai tukar mata uang negara-negara yang memiliki profil ekonomi serupa dengan Indonesia.
Secara umum, pasar keuangan dunia terbelah antara negara yang berhasil mencatatkan penguatan nilai mata uang atau apresiasi, serta negara yang mengalami penurunan nilai mata uang atau depresiasi.
Fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebijakan moneter internal hingga stabilitas geopolitik yang berdampak pada arus modal global.
Brasil dan Meksiko Pimpin Tren Penguatan
Di tengah ketidakpastian pasar, real Brasil muncul sebagai mata uang dengan performa paling mengesankan.
Sejak awal Januari 2026, mata uang ini berhasil menguat sebesar 9,55% terhadap dolar Amerika Serikat. Mengawali tahun di posisi 5,52 per dolar AS, real Brasil kini berada di level 4,99.
Langkah positif ini diikuti oleh peso Meksiko yang menguat 3,68% dan ringgit Malaysia yang mengalami apresiasi sebesar 1,79%. Penguatan ini menandakan adanya kepercayaan investor yang cukup tinggi terhadap fundamental ekonomi di negara-negara tersebut.
Rupiah dan Rupee India Berada di Zona Merah
Kondisi berbeda dialami oleh Indonesia dan India. Kedua negara ini mencatatkan depresiasi yang cukup dalam selama lima bulan terakhir.
Nilai tukar rupiah terpantau melemah sebesar 6,25%. Pada 1 Januari 2026, Rupiah masih berada di level 16.668, namun pada pertengahan Mei ini telah menembus angka 17.710,05 per dolar AS.
Nasib yang lebih berat dialami oleh rupee India yang mengalami depresiasi hingga 7,28%. Sementara itu, posisi paling bawah dalam daftar ini ditempati oleh pound Mesir yang anjlok sangat tajam sebesar 11,54%, menjadikan mata uang tersebut sebagai yang paling tertekan di antara negara pembanding lainnya.
Tabel Perbandingan Performa Mata Uang (Januari hingga Mei 2026)
Berikut adalah rincian data pergerakan mata uang yang dihimpun secara komprehensif:
| Negara | Mata Uang | 1 Januari 2026 | 19 Mei 2026 | Perubahan | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Brasil | Real Brasil | 5,52 | 4,99 | -9,55% | Apresiasi |
| Meksiko | Peso Meksiko | 17,98 | 17,32 | -3,68% | Apresiasi |
| Malaysia | Ringgit | 4,05 | 3,98 | -1,79% | Apresiasi |
| Vietnam | Dong | 26.295,00 | 26.359,00 | 0,24% | Depresiasi |
| Afrika Selatan | Rand | 16,55 | 16,63 | 0,47% | Depresiasi |
| Kolombia | Peso Kolombia | 3.775,37 | 3.800,41 | 0,66% | Depresiasi |
| Maroko | Dirham Maroko | 9,13 | 9,21 | 0,88% | Depresiasi |
| Bangladesh | Taka | 120,72 | 122,88 | 1,79% | Depresiasi |
| Thailand | Baht | 31,50 | 32,63 | 3,59% | Depresiasi |
| Filipina | Peso Filipina | 58,91 | 61,73 | 4,80% | Depresiasi |
| Indonesia | Rupiah | 16.668,00 | 17.710,05 | 6,25% | Depresiasi |
| India | Rupee | 89,96 | 96,51 | 7,28% | Depresiasi |
| Mesir | Pound Mesir | 47,62 | 53,11 | 11,54% | Depresiasi |
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar