Periskop.id - Polres Metro Jakarta Pusat menyiagakan 700 personel gabungan untuk mengamankan dua unjuk rasa yang berlangsung serentak di wilayahnya, Senin ini. Kedua aksi dijadwalkan dimulai pada jam yang sama, pukul 11.00 WIB.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menerangkan, ratusan personel itu merupakan pasukan gabungan dari tiga unsur, yakni Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran.

Aksi pertama digelar oleh Aliansi Pemuda Kalimantan bersama beberapa elemen massa. Titik kumpul mereka berada di wilayah Gambir.

"Pengamanan aksi unjuk rasa dari Aliansi Pemuda Kalimantan dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir, rencana giat pukul 11.00 WIB," kata Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Sementara itu, aksi kedua datang dari elemen mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (GMPI). Kelompok ini memilih Gedung DPR/MPR RI di kawasan Senayan sebagai lokasi demonstrasi.

Berbeda dari aksi di Gambir yang berpusat pada isu kepemudaan Kalimantan, GMPI merupakan gabungan mahasiswa lintas daerah. Keduanya menargetkan lokasi yang memiliki bobot simbolis berbeda.

Kepolisian menyiapkan rekayasa arus lalu lintas di kedua titik pelaksanaan aksi. Skema rekayasa tersebut bersifat situasional dan tidak dipatok sebelumnya.

Penerapannya akan menyesuaikan jumlah massa yang hadir di lapangan. Semakin besar kerumunan, pola pengalihan arus akan disesuaikan secara proporsional.

Warga yang beraktivitas di sekitar kawasan Gambir maupun Senayan diimbau menghindari kedua lokasi tersebut. Imbauan itu dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi kemacetan akibat unjuk rasa.

"Aksi dari pengurus Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia di depan Gedung DPR/MPR RI pukul 11.00 WIB," pungkas Erlyn.