periskop.id - Gelombang serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran telah memakan korban jiwa dalam jumlah besar dari kalangan sipil, menyusul hantaman misil ke dua bangunan sekolah yang menewaskan lebih dari 80 orang.

Dilansir dari laporan Al Jazeera, sebuah serangan Israel menghantam sekolah dasar khusus putri di wilayah Minab, Provinsi Hormozgan yang terletak di selatan Iran. 

Kantor Berita semiresmi Iran, Tasnim, mengutip pihak pengadilan Minab yang menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan pada hari Sabtu tersebut telah mencapai 85 orang. 

Sementara itu, kantor berita negara IRNA melaporkan bahwa 63 orang lainnya mengalami luka-luka, dan para pekerja hingga kini masih berupaya membersihkan puing-puing di lokasi kejadian.

Dalam laporan terpisah dari kantor berita Mehr, serangan Israel lainnya juga dikabarkan menghantam sebuah sekolah di sebelah timur ibu kota Teheran, yang mengakibatkan sedikitnya dua orang pelajar tewas.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi merespons keras insiden ini dengan membagikan foto bangunan sekolah putri yang hancur dan menyebut serangan itu membunuh "anak-anak tak berdosa". 

Melalui platform X, Araghchi menegaskan bahwa "Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan begitu saja". Selain itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam tindakan tersebut sebagai "kejahatan yang nyata" dan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil tindakan.

Wartawan Al Jazeera yang melaporkan dari Teheran, Mohammed Vall, menyoroti bahwa serangan ini mematahkan klaim AS dan Israel yang sebelumnya menyatakan bahwa mereka hanya menyasar target-target militer dan pemerintah, bukan warga sipil. Vall juga menyinggung bahwa Presiden AS Trump sebelumnya telah berjanji akan memberikan bantuan bagi rakyat Iran, namun yang terjadi saat ini justru timbulnya banyak korban sipil. Vall memprediksi pemerintah Iran akan menekankan fakta ini sebagai pelanggaran hukum internasional dan agresi terhadap rakyat mereka.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan atau reaksi langsung dari pihak Amerika Serikat maupun Israel mengenai klaim Iran atas serangan yang mengenai bangunan sekolah tersebut.

Konflik ini mengingatkan kembali pada serangan yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran pada bulan Juni 2025 silam, yang memicu perang 12 hari dengan dampak sipil yang sangat berat. Menurut Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Medis Iran, konflik pada masa itu juga mengakibatkan ribuan warga sipil tewas atau terluka serta rusaknya berbagai infrastruktur publik.