periskop.id - Kantor berita resmi IRNA mengonfirmasi serangan gabungan militer Amerika Serikat dan Israel menargetkan fasilitas infrastruktur minyak Republik Islam Iran. Insiden gempuran bersenjata ini memicu kobaran api raksasa di berbagai titik wilayah Teheran.
Menyikapi eskalasi serangan udara di Teheran pada Minggu (8/3) ini, media pemerintah langsung merilis laporan situasi. "Kami melaporkan sebuah depot minyak di selatan Teheran menjadi sasaran Amerika Serikat dan rezim Zionis," tulis IRNA.
Jaringan media internasional Al Jazeera dan AFP turut mengabarkan kemunculan titik kebakaran raksasa pascaserangan tersebut. Kobaran api terlihat jelas membubung tinggi di kawasan pinggiran utara ibu kota.
Pihak militer Israel secara terbuka mengklaim tanggung jawab penuh atas operasi bersenjata ini. Pasukan zionis membidik fasilitas minyak negara karena memiliki afiliasi langsung dengan angkatan bersenjata Iran.
Gempuran ini menandai eskalasi babak baru dalam konflik militer di kawasan. Peristiwa ini mencatatkan sejarah sebagai serangan pertama ke arah infrastruktur minyak strategis negara tersebut.
Depot minyak sasaran serangan berlokasi sangat dekat dengan sebuah kilang utama. Kantor berita ILNA memastikan fasilitas penyulingan ini sama sekali tidak mengalami kerusakan akibat terjangan militer.
Serangan udara rupanya turut menghantam fasilitas penyimpanan minyak lainnya di area barat laut Teheran. Jurnalis AFP di lapangan menyaksikan langsung kepulan asap pekat dan api dari titik lokasi.
Ketegangan kawasan memang memuncak sejak operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel pada (28/2) lalu. Serangan mematikan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Kematian pucuk pimpinan tertinggi negara ini langsung menyulut kemarahan besar. Peristiwa tragis tersebut secara otomatis memicu ledakan perang skala penuh di kawasan Timur Tengah.
Militer Iran tidak tinggal diam merespons agresi mematikan negara musuh. Pasukan bersenjata membalas dengan meluncurkan rentetan serangan pesawat nirawak dan rudal balistik.
Operasi balasan berskala masif ini secara spesifik menargetkan wilayah kedaulatan Israel. Rentetan proyektil ini juga menyasar berbagai kepentingan Amerika Serikat yang tersebar di wilayah tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar