periskop.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprediksi sebuah peradaban di Iran bakal hancur malam ini seiring terjadinya pergantian rezim secara total. Ia berharap transisi kekuasaan tersebut mampu mengakhiri sejarah kelam yang menyengsarakan rakyat setempat.

"Seluruh peradaban akan mati malam ini, tidak akan pernah bisa dikembalikan lagi. Saya tidak ingin hal itu terjadi, tetapi mungkin saja terjadi," ujar Donald Trump melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya pada Selasa (7/4).

Trump mengatakan saat ini negara di Timur Tengah tersebut tengah mengalami pergantian kepemimpinan secara menyeluruh. Rezim baru ini diproyeksikan akan membawa arah kebijakan yang berubah drastis dari sebelumnya.

Transisi ini diklaim akan menghadirkan pola pikir elite politik yang jauh berbeda. Ia meyakini rezim yang baru akan bertindak lebih cerdas dan mulai menjauhi berbagai paham radikal.

Perubahan fundamental tersebut dinilai justru membuka peluang munculnya sebuah keajaiban revolusioner bagi kemajuan negara. Arah masa depan bangsa itu kini berada di persimpangan jalan yang sangat menentukan.

Seluruh mata dunia internasional saat ini sedang tertuju menyoroti kawasan Timur Tengah tersebut. Berbagai negara menantikan hasil akhir dari salah satu momen paling penting dalam sejarah global ini.

Dinamika politik yang sangat cepat ini sekaligus menandai runtuhnya dominasi kekuasaan penguasa lama. Pemerintahan sebelumnya dianggap telah membelenggu kebebasan warga sipil secara paksa.

Berdasarkan catatan sejarah, negara tersebut telah melewati 47 tahun masa kelam yang penuh tekanan. Trump bilang penderitaan ini diwarnai dengan tingginya praktik pemerasan dan maraknya tindak pidana korupsi yang merugikan masyarakat.

Presiden ke-47 AS ini turut menyampaikan simpati serta dukungan moral penuh bagi seluruh warga negara Iran. Kesengsaraan panjang rakyat sipil diyakini akan segera menemui garis akhirnya pada transisi malam ini.

"47 tahun pemerasan, korupsi, dan kematian, akhirnya akan berakhir. Tuhan Memberkati Rakyat Iran yang Hebat!" katanya.