periskop.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menunda rencana serangan militer dan pengeboman berskala besar terhadap Iran selama dua pekan. Keputusan strategis ini diambil sebagai bentuk gencatan senjata dua arah demi mencapai kesepakatan damai jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu," ujar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pernyataan tertulisnya yang diunggah melalui akun Instagram Gedung Putih, Rabu (8/4).
Penangguhan pengerahan kekuatan militer mematikan ini bermula dari perbincangan intensif antara otoritas Washington dan Islamabad. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif beserta Marsekal Lapangan Asim Munir secara khusus meminta Amerika Serikat untuk menahan serangan tersebut.
Penundaan operasi militer ini tidak diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah Amerika Serikat. Syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah kesediaan Republik Islam Iran untuk membuka Selat Hormuz secara utuh, segera, dan aman.
Trump memaparkan militer Amerika Serikat saat ini sebenarnya telah berhasil mencapai bahkan melampaui seluruh target sasaran. Fakta di lapangan itulah yang mendasari pemerintahannya bersedia duduk bersama mencari resolusi damai yang definitif.
Washington mengakui telah menerima draf proposal berisi sepuluh poin tuntutan dari pihak Teheran. Dokumen diplomatik tersebut dinilai sangat layak dan rasional untuk dijadikan landasan utama dalam proses negosiasi tingkat tinggi.
Ia menjelaskan sebagian besar poin-poin perselisihan di masa lalu antara kedua negara kini telah menemui titik temu. Jeda waktu dua pekan ini akan dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua belah pihak untuk memfinalisasi seluruh butir kesepakatan.
Penyelesaian konflik berkepanjangan ini dianggap sebagai sebuah kehormatan besar bagi masa kepemimpinannya di Amerika Serikat. Rencana perdamaian tersebut diklaim turut mewakili kepentingan stabilitas seluruh negara di Timur Tengah.
"Hampir semua dari berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan disempurnakan," katanya.
Tinggalkan Komentar
Komentar