periskop.id - Hong Kong kini resmi menyalip Swiss sebagai pusat pengelolaan kekayaan lintas perbatasan terbesar di dunia, sebuah pencapaian yang datang lebih cepat dari perkiraan pasar. Lompatan ini terjadi berkat dinamika pasar keuangan Hong Kong yang terus melahirkan dan menumbuhkan kekayaan baru.

Pada 2025, total aset lintas perbatasan Hong Kong naik 10,7% menjadi US$2,95 triliun. Lonjakan tersebut didorong oleh derasnya arus dana dari China Daratan serta performa pasar saham yang kuat. Aktivitas penawaran umum perdana (IPO) melonjak, terutama dari perusahaan teknologi dan platform internet yang mendominasi indeks acuan. Laporan Global Wealth 2026 dari Boston Consulting Group menegaskan tren ini sebagai fondasi keunggulan Hong Kong.

Advertisement

“Lingkungan investasi yang aman dan stabil, akses ke pasar global, serta beragam pilihan investasi semakin bernilai di tengah ketegangan geopolitik,” ujar Liu Yang, associate professor keuangan di Universitas Hong Kong. 

Menurutnya, faktor ini mendorong banyak investor Asia beralih kembali ke Hong Kong.

Data lokal menunjukkan lebih dari 3.380 single-family office (SFO) beroperasi di Hong Kong hingga akhir 2025, meningkat lebih dari 25% dalam dua tahun. Pemerintah juga mencatat hampir 3.600 aplikasi untuk New Capital Investment Entrant Scheme, dengan potensi investasi mencapai HK$108 miliar atau sekitar US$14 miliar.

Anthony Lau, Pemimpin Deloitte China Tax & Business Advisory Hong Kong, menilai tren ini membuka peluang besar bagi sektor swasta. 

“Klien luar negeri kami cenderung memperluas bisnis keluarga setelah mendirikan family office di sini,” katanya.

Pasar IPO Hong Kong turut memperkuat ekosistem kekayaan. Sebanyak 119 IPO sepanjang 2025 berhasil menghimpun dana US$37,4 miliar, menjadikan Hong Kong pasar penggalangan dana IPO terbesar di dunia. Christopher Hui, Sekretaris Layanan Keuangan dan Perbendaharaan Hong Kong, menyebut adanya “segitiga yang saling memperkuat antara kekayaan, perusahaan, dan pasar keuangan.”

Boston Consulting Group memproyeksikan kekayaan lintas perbatasan Hong Kong akan tumbuh sekitar 9% per tahun hingga 2030, lebih cepat dibanding Swiss yang diperkirakan hanya 6%.

 Para analis menilai tren transfer kekayaan global senilai US$83 triliun dalam tiga dekade mendatang akan semakin menegaskan posisi Hong Kong sebagai pusat pengelolaan kekayaan dan perencanaan suksesi.