Periskop.id - Gedung Putih memastikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menghadiri final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina pada 19 Juli waktu setempat atau 20 Juli WIB. Kehadirannya di Stadion New Jersey menjadi penampilan pertama Trump di turnamen tersebut sekaligus menutup rangkaian kompetisi.

Menurut Gedung Putih, Trump juga dijadwalkan menyerahkan trofi kepada tim juara seusai pertandingan. Karoline Leavitt menjelaskan agenda itu menjadi penutup keterlibatan presiden dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

"Kehadiran Presiden akan menjadi penutup dari apa yang telah menjadi Piala Dunia yang paling banyak ditonton, paling aman, dan paling sukses dalam sejarah Amerika," kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, dikutip dari The Guardian, Jumat.

Sebelum menyaksikan laga final, Trump dijadwalkan menghadiri resepsi FIFA di Trump Tower, New York, pada 17 Juli waktu setempat. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menjelang partai puncak turnamen.

Leavitt menilai penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menjadi ajang yang menunjukkan kemampuan Amerika Serikat sebagai tuan rumah. Menurutnya, kehadiran Trump melengkapi penutupan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

"Ini merupakan penutup yang tepat untuk sebuah turnamen yang menunjukkan kemampuan Amerika menjadi tuan rumah bagi dunia di panggung terbesar," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino telah mengumumkan pada Juni lalu bahwa Trump akan menghadiri laga final sekaligus menyerahkan trofi kepada juara. Namun, kepastian kehadiran tersebut baru diumumkan secara resmi setelah Gedung Putih memberikan konfirmasi.

Meski baru hadir pada partai final, Trump beberapa kali menjadi perhatian sepanjang Piala Dunia 2026. Awal bulan ini, ia mengaku telah meminta Gianni Infantino meninjau kembali kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, saat menghadapi Bosnia.

FIFA kemudian mencabut hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap Balogun. Meski demikian, penyerang tersebut tidak mampu membantu Amerika Serikat menghindari kekalahan 1-4 dari Belgia.

Rencana Trump menyerahkan trofi juara juga kembali mengingatkan pada peristiwa seusai final Piala Dunia Antarklub 2025 di stadion yang sama. Saat itu, ia menyerahkan trofi kepada kapten Chelsea Reece James, tetapi tetap berada di podium dan ikut berdiri bersama para pemain saat perayaan gelar.

Setelah seremoni tersebut, replika trofi Piala Dunia Antarklub diketahui disimpan Trump di kantornya. Peristiwa itu sempat menjadi sorotan publik karena kehadirannya dalam momen selebrasi juara.

"Ini merupakan penutup yang tepat untuk sebuah turnamen yang menunjukkan kemampuan Amerika menjadi tuan rumah bagi dunia di panggung terbesar," tutup Karoline Leavitt.