Periskop.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan belum ada warga negara Indonesia yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,1 di Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang. Gempa tersebut mengguncang wilayah itu pada Selasa (28/7) dan diikuti sejumlah gempa susulan.

Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne menyampaikan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo terus memantau perkembangan situasi di lapangan. KBRI Tokyo juga disebut telah berkoordinasi dengan simpul-simpul komunitas Indonesia yang berada di Kumamoto dan wilayah Kyushu untuk memastikan kondisi para WNI.

"KBRI Tokyo telah menghubungi simpul komunitas WNI yang berada di wilayah Kumamoto dan Kyushu. Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," ungkap Yvonne dalam keterangan resmi, Rabu (29/7).

Koordinasi dengan komunitas WNI menjadi langkah awal Kemlu untuk memetakan kondisi warga di lokasi terdampak. Cara ini dinilai efektif mengingat komunitas Indonesia di Kumamoto dan Kyushu punya jaringan yang tersebar di berbagai titik.

Yvonne menambahkan, pihaknya bakal terus mengikuti perkembangan situasi pasca gempa, termasuk potensi gempa susulan yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Kemlu turut mengimbau seluruh WNI yang berada di wilayah akreditasi KBRI Tokyo agar tetap tenang.

Para WNI diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas Jepang terkait situasi gempa dan potensi susulan.

Gempa magnitudo 7,1 yang mengguncang Kumamoto pada Selasa lalu sempat memicu kekhawatiran, mengingat wilayah tersebut memang rawan gempa karena letaknya berada di jalur lempeng aktif.

Pulau Kyushu, tempat Kumamoto berada, dikenal sebagai salah satu wilayah di Jepang yang kerap dilanda aktivitas seismik.

KBRI Tokyo memiliki wilayah akreditasi yang cukup luas, mencakup berbagai kota di Jepang tempat komunitas Indonesia bermukim, termasuk di Kyushu.

Hingga saat ini, Kemlu belum menerima laporan lanjutan terkait dampak gempa terhadap WNI di wilayah tersebut.