banner-sheroes-yoga
Investasi

Investasi RI Tembus Rp498,8 T pada Kuartal I 2026, Tumbuh 7,2% YoY

Realisasi investasi RI kuartal I 2026 capai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2% yoy dan serap 706.569 tenaga kerja.

Investasi RI Tembus Rp498,8 T pada Kuartal I 2026, Tumbuh 7,2% YoY
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Konferensi Pers Capaian Realisasi Investasi Triwulan IV Tahun 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Jakarta Selatan, Kamis (15/1).Dok foto oleh Periskop/Maria Jessica
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai Rp 498,8 triliun atau sekitar 24,4% dari target tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun. 

‎Secara tahunan (year-on-year), angka ini tumbuh 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara secara kuartalan (quarter-to-quarter) naik tipis 0,4%. Dari capaian tersebut, penyerapan tenaga kerja tercatat sebanyak 706.569 orang, meningkat 18,9% secara tahunan.

‎"Target realisasi investasinya itu tercatat Rp498,8 triliun atau peningkatan kurang lebih 7,2% dibandingkan year on year pada trimulang pertama 2025," kata Menteri Investasi/BKPM Rosan Roeslani saat konferensi pers, Jakarta, Kamis (23/4). 

‎Dari sisi sumber investasi, Rosan merincikan Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp 250,0 triliun atau 50,1% dari total, tumbuh 8,5% yoy. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 248,8 triliun atau 49,9%, dengan pertumbuhan 6,0% yoy. 

‎Secara wilayah, investasi di luar Pulau Jawa sedikit lebih dominan, yakni Rp251,3 triliun 50,4%, dibandingkan Jawa sebesar Rp 247,5 triliun 49,6%.

‎Berdasarkan lokasi, lima daerah dengan realisasi investasi terbesar adalah DKI Jakarta di posisi pertama sebesar Rp 78,7 triliun 15,8%, disusul Jawa Barat Rp 76,8 triliun 15,4%, Banten Rp 34,4 triliun 6,9%, Jawa Timur Rp 32,6 triliun 6,5%, dan Sulawesi Tengah Rp 32,1 triliun 6,4%.

‎Jika dirinci berdasarkan jenis investasi, PMA terbesar berada di Jawa Barat dengan nilai US$3,1 miliar 20,2%, diikuti Jakarta US$1,9 miliar dan Sulawesi Tengah US$1,8 miliar. 

‎Sementara untuk PMDN, Jakarta memimpin dengan Rp 47,9 triliun 19,2%, disusul Jawa Barat Rp 26,3 triliun, Banten Rp 23,3 triliun, Jawa Timur Rp 23,0 triliun, dan Nusa Tenggara Barat Rp 15,7 triliun.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, dan investor global dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.