Periskop.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjajaki kerja sama investasi di sektor infrastruktur hijau dan lingkungan bersama delegasi All-China Environment Federation (ACEF), untuk mendorong transformasi pembangunan ekonomi, keberlanjutan lingkungan dan ketahanan kota di tengah tantangan global.

Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Muhammad Herizkianto mengatakan, hubungan Indonesia dan China yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade menjadi fondasi kuat untuk memperluas kerja sama. Khususnya di sektor berkelanjutan.

“Kami meyakini, kemitraan yang kuat akan menentukan keberhasilan kita dalam membangun sistem kota yang tangguh dan berkelanjutan," kata Herizkianto dalam keterangan di Jakarta, Jumat (24/4). 

Menurut dia, Jakarta tidak dapat berjalan sendirian. Oleh karena itu, pemerintah mengundang para investor untuk bersama-sama mengembangkan solusi di sektor lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Dia juga menyoroti kontribusi signifikan China dalam investasi asing, dengan nilai mencapai US$7,5 miliar secara nasional pada 2025 dan US$483 juta di Jakarta. Herizkianto menilai angka tersebut masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan, terutama pada sektor lingkungan, infrastruktur, dan pengembangan kota hijau. 

Dia pun memastikan Pemprov DKI melalui Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) DPMPTSP siap memberikan fasilitasi investasi secara menyeluruh. Mulai dari penjajakan peluang proyek hingga proses perizinan.

Mitra Jangka Panjang
Sementara itu, Vice Chairman ACEF Hong Ping mengatakan, Jakarta sebagai salah satu kota paling dinamis di Asia Tenggara memiliki prospek pembangunan yang sangat luas. “Kami tidak hanya ingin menjadi penyedia teknologi, tetapi juga mitra jangka panjang dalam pembangunan Jakarta,” tutur Hong Ping.
Dia mengungkapkan, sektor infrastruktur dan lingkungan menjadi prioritas utama kerja sama tersebut. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Jakarta dalam pengembangan transportasi perkotaan, pengolahan air limbah, peningkatan kualitas lingkungan air, serta pengelolaan sampah.

“Bidang-bidang tersebut merupakan kekuatan utama perusahaan kami. Kami siap membawa solusi dan pengalaman dari China untuk diimplementasikan melalui proyek-proyek konkret yang saling menguntungkan,” ungkap Hong Ping.

Lebih lanjut, ACEF mendorong pembentukan mekanisme komunikasi jangka Panjang, untuk memastikan realisasi kerja sama tidak berhenti pada tahap diskusi.