periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin 8 Juni 2026 dibuka di zona merah. IHSG turun 3,23% ke level 5.411,682.

Berdasarkan data RTI, sebanyak 55 saham naik. Kemudian 541 saham turun, dan sisanya 107 stagnan. Di tengah minimnya katalis positif dan di bawah tekanan sentimen negatif, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5.500 pada pekan ini.

Advertisement

“Pada pekan ini pergerakan IHSG diperkirakan masih akan fluktuatif dengan kisaran support pada 5.400-5.500 dan resistance pada 5.700-5.800,” mengutip ulasan tim riset Phintraco Sekuritas, Senin (8/6).

Beberapa saham pilihan yang menarik dicermati, antara lain EMAS, MDKA, ARCI, INCO dan PSAB.

Dalam riset tersebut, disebutkan hal-hal yang dapat berpengaruh terhadap pergerakan IHSG di antaranya pelemahan Rupiah, spekulasi adanya RDG darurat, rumor pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dan Gubernur Bank Indonesia (BI). Selain itu juga kekhawatiran penurunan rating oleh S&P,  kecemasan penurunan ke Frontier Market oleh MSCI, serta beberapa kebijakan Pemerintah yang direspon negatif oleh pasar. 

Di sisi lain, Indeks di Wall Street melemah signifikan pada Jumat (5/6), didorong oleh tekanan jual pada saham chip.  Data nonfarm payrolls yang lebih baik dari estimasi mendorong kenaikan yield obligasi, menambah faktor negatif. Data nonfarm payrolls mencapai 172 ribu di Mei 2026, di atas estimasi 80 ribu.

Tekanan jual saham sektor teknologi di AS berpotensi akan menyebar ke Eropa dan Asia. Harga minyak mentah koreksi pada Jumat (5/6), namun Iran mengancam akan menutup Selat Bab el-Mandeb jika konflik di Timur Tengah meningkat.

Harga emas melemah 2.2% ke level US$4,375/troy oz (5/6), akibat data tenaga kerja AS yang masih kuat meningkatkan ekspektasi bahwa the Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama di tengah kenaikan inflasi akibat kenaikan harga minyak. 

“Investor akan mencermati perkembangan konflik AS-Iran terkait dengan potensi inflasi dan prospek suku bunga,” tulis riset yang sama.

OPEC+ juga melakukan pertemuan pertama kali tanpa UEA (7/6). Terkait sektor teknologi, investor global akan mencermati listing IPO SpaceX di Nasdaq (12/7), yang berpeluang akan menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal global.

Dari domestik, dijadwalkan akan dirilis data ekonomi, yaitu data cadangan devisa bulan Mei 2026 (8/6), consumer confidence Mei 2026 (10/6) dan retail sales April 20206 (11/6).