Periskop.id - Pure Battery Technologies (PBT), perusahaan teknologi pemrosesan material baterai asal Australia, berencana membangun fasilitas precursor Cathode Active Material (pCAM) di Indonesia senilai US$350 juta atau setara Rp6,29 triliun. Rencana tersebut kini tengah diperdalam bersama pemerintah Indonesia.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu menerangkan, investasi ini penting untuk menutup kesenjangan di segmen midstream hilirisasi nikel, khususnya pada tahap produksi precursor baterai kendaraan listrik.

"Indonesia sudah memiliki HPAL dan akan segera memiliki manufaktur sel baterai. Mata rantai yang tersisa adalah pCAM dan katoda. Dan justru di sinilah investasi seperti Pure Battery Technologies menjadi krusial untuk melengkapi ekosistem baterai yang terintegrasi penuh," ujar Todotua dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7).

PBT berencana mengembangkan industri pCAM berbasis Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang dipasok dari fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) domestik. Tujuan jangka panjangnya adalah mendirikan fasilitas produksi pCAM secara penuh di Indonesia.

Pengembangan ini akan melengkapi rantai nilai baterai nasional secara utuh. Rangkaiannya dimulai dari nikel, MHP, pCAM, katoda, hingga sel baterai.

Todotua membahas rencana tersebut dalam pertemuan langsung dengan Chairman PBT Stephen Wilmot dan Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney Leidy Surianingrat di kantor IIPC Sydney, Australia.

Segmen pCAM dinilai sebagai salah satu titik penciptaan nilai tertinggi dalam industri nikel. Nilainya bisa melonjak signifikan saat material bertransformasi dari MHP menjadi battery precursor, namun tahap ini belum pernah dikembangkan di Indonesia.

Kehadiran investasi pCAM disebut penting karena menjawab tantangan kesenjangan rantai pasok di tahap midstream, sekaligus mengoptimalkan nilai tambah yang selama ini belum bisa ditangkap di dalam negeri. Investasi ini pun dinilai memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat ekosistem kendaraan listrik.

Direktur IIPC Sydney Leidy Surianingrat menyampaikan, pihaknya berkomitmen memfasilitasi seluruh proses tindak lanjut investasi PBT di Indonesia, termasuk koordinasi dengan calon mitra strategis yang relevan.

"IIPC Sydney berkomitmen untuk terus memfasilitasi perjalanan investasi Pure Battery Technologies di Indonesia, dengan menghubungkan perusahaan ke pemangku kepentingan pemerintah dan mitra strategis yang relevan, serta mendukung langkah-langkah selanjutnya menuju realisasi proyek," pungkas Leidy.