Periskop.id - Fenomena penurunan angka kelahiran atau Total Fertility Rate (TFR) di Indonesia bukan lagi sekadar wacana. Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan yang konsisten selama 15 tahun terakhir.
Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, angka kelahiran total Indonesia kini menyentuh level 2,13, sebuah angka yang membawa Indonesia semakin dekat dengan ambang batas tingkat penggantian populasi atau replacement level fertility.
TFR sendiri merupakan indikator teknis yang menggambarkan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya, yaitu usia 15 hingga 49 tahun.
Penurunan ini mencerminkan perubahan pola pikir masyarakat, pergeseran gaya hidup, hingga dinamika ekonomi yang memengaruhi keputusan pasangan untuk memiliki keturunan.
Rekam Jejak Penurunan dari Masa ke Masa
Jika menilik ke belakang, penurunan ini terjadi secara bertahap namun pasti. Pada Sensus Penduduk (SP) 2010, angka kelahiran Indonesia masih berada di level 2,41 anak per perempuan. Memasuki pertengahan dekade, yakni pada SUPAS 2015, angka tersebut menyusut menjadi 2,28.
Tren berlanjut pada pengumpulan data melalui Long Form SP2020 yang mencatatkan TFR sebesar 2,18. Hingga akhirnya pada laporan terbaru SUPAS 2025, angka tersebut terkoreksi kembali menjadi 2,13.
Penurunan ini memberikan sinyal kuat bahwa struktur kependudukan Indonesia sedang mengalami transformasi besar yang dipicu oleh berbagai faktor sosial ekonomi.
Potret Spasial: Jakarta Terendah, Papua Pegunungan Tertinggi
BPS melaporkan adanya variasi yang sangat kontras jika melihat data secara wilayah atau spasial. Pulau Jawa sebagai pusat gravitasi ekonomi nasional tercatat memiliki tingkat fertilitas yang paling rendah dibandingkan pulau lain.
DKI Jakarta menjadi sorotan utama dengan angka kelahiran terendah di Indonesia, yakni hanya 1,79. Sementara itu, di wilayah Jawa lainnya seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah, angka TFR berada di level 2,05.
Bergeser ke wilayah Sumatera, Sumatera Utara memimpin dengan angka kelahiran tertinggi sebesar 2,41, sedangkan Kepulauan Riau mencatat angka terendah di pulau tersebut dengan 2,17.
Di Kalimantan, Kalimantan Utara menjadi yang tertinggi dengan 2,28, sementara Kalimantan Timur tercatat yang terendah dengan 2,09.
Wilayah Sulawesi menunjukkan disparitas yang cukup lebar. Sulawesi Barat mencatat TFR sebesar 2,50, berbanding terbalik dengan Sulawesi Utara yang hanya 2,07.
Di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, Bali tetap konsisten dengan angka kelahiran rendah sebesar 2,02, sementara Nusa Tenggara Timur (NTT) masih memiliki angka kelahiran yang cukup tinggi di level 2,72.
Puncak angka kelahiran nasional ditemukan di wilayah Maluku dan Papua. Provinsi Papua Pegunungan memegang rekor TFR tertinggi di Indonesia dengan 2,78 anak per perempuan. Di kawasan yang sama, Maluku Utara mencatatkan angka terendah dengan 2,38.
Faktor di Balik Angka
Rendahnya angka kelahiran di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, tidak lepas dari karakteristik wilayah yang memiliki tingkat urbanisasi tinggi.
Akses terhadap pendidikan yang lebih baik, tingginya partisipasi perempuan dalam angkatan kerja, serta kemudahan jangkauan terhadap layanan kesehatan reproduksi dan program keluarga berencana menjadi faktor penentu utama.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa wilayah di bagian timur Indonesia yang masih memiliki angka kelahiran tinggi, yang sering kali berkaitan dengan perbedaan akses layanan dan latar belakang budaya setempat.
Ringkasan Data TFR Menurut Wilayah (SUPAS 2025)
Sebagai referensi cepat, berikut adalah tabel persebaran angka kelahiran berdasarkan hasil SUPAS 2025:
| Wilayah | Provinsi Tertinggi | TFR | Provinsi Terendah | TFR |
|---|---|---|---|---|
| Sumatera | Sumatera Utara | 2,41 | Kepulauan Riau | 2,17 |
| Jawa | Jawa Barat & Jawa Tengah | 2,05 | DKI Jakarta | 1,79 |
| Kalimantan | Kalimantan Utara | 2,28 | Kalimantan Timur | 2,09 |
| Sulawesi | Sulawesi Barat | 2,50 | Sulawesi Utara | 2,07 |
| Bali & Nusa Tenggara | Nusa Tenggara Timur | 2,72 | Bali | 2,02 |
| Maluku & Papua | Papua Pegunungan | 2,78 | Maluku Utara | 2,38 |
Tinggalkan Komentar
Komentar