periskop.id - Pemerintah terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Selain menggenjot program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemerintah juga menyiapkan program renovasi rumah bagi penderita TBC.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan kondisi rumah yang tidak layak, seperti ventilasi buruk dan minim sinar matahari, dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri TBC.
“Kuman tuberkulosis kalau terkena matahari selama 15–30 menit akan mati. Namun, di rumah dengan ventilasi buruk, tanpa sinar matahari, dan aliran oksigen yang minim, kuman bisa bertahan berbulan-bulan,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (6/4).
Karena itu, pemerintah menggagas program bantuan renovasi rumah bagi masyarakat terdampak TBC, khususnya kelompok kurang mampu.
Benjamin menyebut program ini telah dikoordinasikan dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Kami mendapatkan dukungan dari Kementerian PKP untuk sekitar 2.000 rumah masyarakat penderita TBC yang tidak mampu agar rumahnya bisa direnovasi,” katanya.
Program ini akan difokuskan pada masyarakat miskin, terutama kelompok desil 1 hingga 4, dengan prioritas pada kelompok paling rentan.
Menurutnya, TBC kerap berkaitan erat dengan kemiskinan dan kondisi lingkungan yang tidak sehat, seperti permukiman padat dan tidak higienis. Kondisi tersebut membuat penularan sulit dikendalikan tanpa intervensi menyeluruh.
Ia menyoroti masih adanya kawasan dengan kondisi hunian yang sangat tidak layak.
“Banyak permukiman kumuh, tidak higienis, bahkan sangat padat. Itu yang membuat penularan TBC terus terjadi,” ujarnya.
Ia melanjutkan, bantuan renovasi hanya diberikan kepada warga yang memiliki rumah sendiri dan memenuhi kriteria teknis yang telah ditetapkan.
Benjamin menambahkan, program renovasi rumah ini akan diperluas apabila pelaksanaannya berjalan efektif. Ia menyebut, Kementerian Kesehatan menargetkan penambahan hingga 10 ribu rumah pada tahun depan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanggulangan TBC di Indonesia.
Selain renovasi rumah, pemerintah juga menggandeng kementerian lain untuk memperkuat penanganan TBC secara menyeluruh. Kementerian Sosial, misalnya, menyiapkan bantuan tunai sekitar Rp200 ribu per bulan bagi pasien TBC dari keluarga miskin, serta dukungan bantuan pangan yang saat ini tengah diupayakan.
Benjamin menegaskan, penanganan TBC tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan lintas kementerian dan lembaga agar penanggulangannya berjalan lebih efektif dan menyeluruh.
Tinggalkan Komentar
Komentar