periskop.id - Pemerintah menggulirkan program bantuan renovasi rumah bagi penderita tuberkulosis (TBC) sebagai upaya menekan penyebaran penyakit tersebut. Perbaikan hunian dinilai penting untuk menciptakan lingkungan sehat dan mencegah kuman TBC berkembang.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan setiap rumah pasien TBC akan mendapatkan bantuan renovasi dari Kementerian PKP sebesar Rp20 juta. Bantuan tersebut difokuskan pada perbaikan sanitasi dan sirkulasi udara.
“Bantuan dari kementerian ini sebesar Rp20 juta per rumah. Kita hanya menerima, dan nantinya satu rumah direnovasi dengan nilai tersebut,” ujar Benjamin kepada Periskop usai rapat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Wisma Mandiri, Jakarta, Senin (6/4).
Ia menjelaskan, penyaluran dana akan dilakukan langsung dari Kementerian PKP ke rekening pemilik rumah tanpa melalui Kementerian Kesehatan. Mekanisme ini diharapkan membuat penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.
“Uangnya langsung ke pemilik rumah, bukan ke kami. Jadi harus dikawal agar benar-benar digunakan untuk renovasi, seperti memperbaiki ventilasi, sanitasi, hingga ketersediaan air bersih,” katanya.
Menurut Benjamin, perbaikan rumah menjadi aspek penting dalam penanganan TBC. Rumah yang tidak memiliki ventilasi memadai atau fasilitas sanitasi layak berisiko mempercepat penularan penyakit.
Dalam tahap awal, pemerintah menargetkan ribuan rumah untuk direnovasi dengan prioritas bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kita dapat sekitar 3.000 rumah, dan diutamakan untuk desil satu dan dua. Data yang sudah masuk sekitar 3.700 rumah, bahkan kita dorong bisa lebih dari 5.000. Tapi tetap harus memenuhi kriteria,” ujarnya.
Ia menegaskan, tidak semua rumah bisa langsung menerima bantuan. Ada sejumlah persyaratan administratif yang harus dipenuhi oleh calon penerima.
“Harus benar-benar sesuai kriteria. Misalnya rumah tanpa surat-surat tidak bisa, rumah kontrakan juga tidak bisa. Jadi ada aturannya,” kata Benjamin.
Program ini dijadwalkan mulai berjalan dalam waktu dekat. Pemerintah akan melakukan pendataan pada April 2026, sementara proses renovasi ditargetkan mulai awal Mei 2026.
“April ini pendataan, kemungkinan awal Mei sudah mulai pengerjaan,” ujarnya.
Pemerintah berharap pendekatan terpadu ini tidak hanya menekan angka penularan TBC, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Tinggalkan Komentar
Komentar