Periskop.id - Sebuah laporan yang menyebutkan bahwa bir memiliki manfaat kesehatan mengejutkan baru baru ini sempat menarik perhatian masyarakat luas. Klaim tersebut muncul dari sebuah studi ilmiah yang dikutip oleh berbagai media massa, namun kemudian mendapatkan tanggapan kritis dari pakar kesehatan. 

Chloe Casey, seorang dosen nutrisi dan perilaku dari Bournemouth University, mengulas temuan tersebut secara lebih mendalam melalui tulisannya di The Conversation pada 27 April 2026. Menurutnya, terdapat hal krusial yang perlu dipahami oleh publik bahwa tidak semua temuan ilmiah dapat langsung diartikan sebagai sesuatu yang baik untuk kesehatan.

Studi yang memicu perdebatan ini sebenarnya berfokus pada penelitian kandungan vitamin B6 di dalam bir, baik bir yang mengandung alkohol maupun bir tanpa alkohol. 

Vitamin B6 sendiri merupakan nutrisi penting yang berfungsi membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi vital. Salah satunya adalah produksi zat kimia otak seperti serotonin dan dopamin, yaitu zat yang berperan penting dalam mengatur suasana hati serta emosi manusia. 

Namun, masalah mulai muncul ketika hasil penelitian mengenai kandungan vitamin ini ditafsirkan secara berlebihan oleh publik.

Kandungan Vitamin B6 dalam Bir

Data dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa satu gelas bir memang bisa menyumbang sekitar 13% hingga 16% dari kebutuhan harian vitamin B6 bagi tubuh. Sekilas, angka persentase ini terdengar cukup besar dan menjanjikan. Namun, jika dilihat dalam konteks kehidupan sehari hari, angka tersebut sebenarnya tidak terlalu signifikan bagi kesehatan manusia secara menyeluruh.

Casey menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat sebenarnya sudah bisa mendapatkan asupan vitamin B6 dengan sangat mudah melalui konsumsi makanan biasa. Sumber sumber vitamin B6 yang umum meliputi kentang, daging, sayur sayuran, biji-bijian, hingga sereal. Hal ini berarti manusia tidak perlu meminum bir hanya untuk sekadar memenuhi kebutuhan vitamin B6 harian mereka.

Lebih jauh lagi, studi tersebut ternyata tidak meneliti dampak langsung konsumsi bir terhadap kesehatan fungsi otak. Dengan kata lain, meskipun vitamin B6 memang zat yang penting bagi otak, tetap tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa minum bir akan membuat otak menjadi lebih sehat atau lebih pintar. 

Klaim-klaim yang beredar sering kali muncul akibat kesalahan dalam menafsirkan antara korelasi dan sebab akibat. Korelasi berarti dua hal terlihat berhubungan secara statistik, tetapi belum tentu satu hal menjadi penyebab langsung dari hal lainnya.

Risiko Alkohol dan Batas Konsumsi yang Tidak Aman

Hal lain yang juga menjadi sorotan tajam dalam ulasan Casey adalah ukuran konsumsi yang digunakan dalam studi tersebut. Dalam beberapa kasus, para peneliti menggunakan ukuran hingga satu liter bir sebagai dasar data mereka. 

Padahal, jumlah satu liter tersebut jelas telah melebihi batas aman konsumsi alkohol menurut berbagai panduan kesehatan internasional.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO bahkan telah memberikan pernyataan tegas bahwa tidak ada tingkat konsumsi alkohol yang benar-benar aman bagi tubuh manusia. 

Alkohol tetap membawa risiko kesehatan yang nyata, mulai dari potensi kerusakan organ hati, gangguan fungsi otak, hingga peningkatan risiko terkena berbagai jenis kanker. Oleh karena itu, menonjolkan satu jenis vitamin di tengah risiko besar alkohol dinilai sebagai langkah yang tidak seimbang.

Belajar dari French Paradox dan Healthy User Effect

Casey mengingatkan bahwa fenomena klaim kesehatan pada minuman beralkohol seperti ini bukanlah hal baru dalam dunia sains. Salah satu contoh paling populer adalah anggapan bahwa meminum segelas anggur merah setiap hari baik untuk kesehatan jantung. 

Klaim ini berasal dari konsep sejarah yang disebut sebagai French Paradox, yaitu pengamatan bahwa masyarakat di Prancis memiliki tingkat penyakit jantung yang relatif rendah meskipun mereka sering mengonsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi.

Anggur merah kemudian dianggap sebagai faktor penyebab utama karena mengandung polifenol. Polifenol adalah senyawa alami yang berfungsi sebagai antioksidan, yaitu zat yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. 

Namun, penelitian lanjutan menunjukkan bahwa kesimpulan tersebut terlalu sederhana. Banyak faktor lain yang sebenarnya memengaruhi kesehatan masyarakat Prancis, seperti pola makan secara keseluruhan, tingkat aktivitas fisik, kondisi ekonomi, hingga kualitas akses terhadap layanan kesehatan.

Fenomena ini sering kali disebut sebagai healthy user effect. Kondisi ini menjelaskan situasi di mana suatu kebiasaan terlihat sehat, padahal sebenarnya kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor gaya hidup lain yang lebih dominan dan positif dari subjek yang diteliti. 

Orang yang meminum anggur secara moderat, misalnya, sering kali juga memiliki gaya hidup yang lebih sehat secara keseluruhan dibandingkan kelompok lainnya.

Pola Makan Seimbang Tetap yang Terbaik

Jika semua bukti ilmiah dipertimbangkan secara menyeluruh, para ahli umumnya sepakat bahwa manfaat alkohol, jika memang ada, sangatlah kecil dan tidak sebanding dengan risikonya. 

Kandungan nutrisi di dalam bir atau anggur memang nyata adanya, tetapi jumlahnya sangat kecil dan tidak cukup kuat untuk memberikan dampak kesehatan positif yang signifikan bagi tubuh.

Sebagai alternatif yang jauh lebih bijak, nutrisi seperti vitamin, antioksidan, dan mineral bisa diperoleh dengan cara yang jauh lebih aman melalui makanan sehari hari. Pilihan terbaik untuk mendapatkan kesehatan yang optimal tetap melalui pola makan seimbang yang kaya akan buah, sayur, kacang kacangan, biji-bijian utuh, serta penggunaan minyak zaitun. 

Dengan demikian, jika tujuan utamanya adalah kesehatan, pilihan terbaik tetap bukan alkohol, melainkan konsistensi dalam menjalankan gaya hidup sehat.

Sebagai informasi tambahan, studi yang mendapatkan kritik dari Casey ini berjudul “Quantitation of Vitamin B6 Vitamers and Glycosides in German Alcohol-Free and Full-Strength Beer by a Stable Isotope Dilution LC–MS/MS Method”. Studi tersebut diterbitkan di Journal of Agricultural and Food Chemistry pada 2026.