periskop.id - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono membantah anggapan bahwa vaksin campak mengandung unsur babi. Ia menjelaskan, dalam proses pembuatannya vaksin campak memang sempat menggunakan tripsin babi untuk membantu pemisahan pertumbuhan sel, namun bahan tersebut telah melalui proses pemurnian sehingga tidak lagi terdapat pada produk akhir.
“Memang pada bahan dasarnya menggunakan tripsin babi. Tetapi kemudian dipurifikasi atau dimurnikan, dipisahkan. Hingga akhirnya pada produk jadinya, tripsin babi itu sudah tidak ada lagi,” ujar Dante saat ditemui wartawan di UPTD Pelatihan Kesehatan, Bandung, Selasa (12/5).
Dante mengatakan, hoaks mengenai kandungan babi dalam vaksin menjadi salah satu faktor yang memicu tingginya angka zero dose di Indonesia, yakni kelompok anak yang sama sekali belum pernah mendapatkan imunisasi. Menurutnya, isu sensitif berbasis agama masih menjadi tantangan besar dalam upaya pemerintah meningkatkan cakupan imunisasi nasional.
“Jadi isu agama yang kadang-kadang menjadi tantangan bagi kita untuk menjelaskan kepada masyarakat dan pemuka agama itu menjadi sangat penting,” katanya.
Ia menegaskan, vaksin campak yang selama ini dipersoalkan telah melalui pengujian dan dipastikan tidak lagi mengandung unsur yang berasal dari tripsin babi. Pemerintah pun terus menggandeng tokoh agama dan pemuka masyarakat untuk memberikan edukasi terkait keamanan serta kehalalan vaksin.
Dante mengingatkan, apabila anak-anak zero dose tidak segera dijangkau imunisasi, Indonesia berisiko menghadapi kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.
“Kalau kita tidak melakukan imunisasi secara cepat, maka ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Turun sedikit saja, lalu timbul KLB,” ujarnya.
Menurut data Kementerian Kesehatan, hingga saat ini masih terdapat sekitar 2,3 juta anak di Indonesia yang masuk kategori zero dose atau belum pernah menerima imunisasi sama sekali.
Tinggalkan Komentar
Komentar