periskop.id - Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) memastikan pertumbuhan ekosistem pinjaman daring atau pindar telah memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sejak penyelenggara pindar mulai beroperasi, total akumulasi penyaluran pinjaman tercatat melampaui Rp1.388 triliun dengan lebih dari 169 juta peminjam aktif yang terlayani.

Sekretaris Jenderal Aftech Firlie Ganinduto menyebutkan, 38 hingga 40% dari total peminjam tersebut merupakan pelaku UMKM yang baru pertama kali mendapat akses pendanaan formal. Lebih dari 90% peminjam pun tercatat melunasi kewajiban mereka tepat waktu sesuai perjanjian.

Advertisement

"Pindar adalah jembatan bagi jutaan orang, yang selama ini tidak punya rekam jejak perbankan dan kini bisa mendapatkan modal untuk tumbuh. Mereka yang meminjam untuk beli stok dagangan, bayar biaya sekolah anak, atau tambal modal saat arus kas seret dan kemudian melunasi pinjamannya tanpa masalah. Cerita mereka juga bagian dari realitas industri ini," tutur Firlie, Rabu (10/6).

Tingginya angka pelunasan tepat waktu itu dinilai mencerminkan kesiapan konsumen sekaligus kualitas seleksi peminjam oleh para penyelenggara. Firlie menegaskan, Aftech secara aktif memastikan seluruh anggotanya beroperasi di atas standar tata kelola yang ketat serta transparan soal biaya dan bunga sejak awal perjanjian.

Mekanisme perlindungan konsumen yang terstandar dan dapat diakses publik juga menjadi syarat yang diberlakukan kepada setiap penyelenggara pindar yang bergabung sebagai anggota asosiasi, demikian disampaikan Firlie.

Ia menekankan, kepercayaan dari pengguna, regulator, dan masyarakat luas merupakan fondasi tunggal yang menopang keberlangsungan industri ini. Karena itu, Aftech menempatkan diri bukan sekadar asosiasi administratif, melainkan mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan tersebut.

Peran Aftech sebagai penjaga standar industri kian krusial seiring meluasnya penetrasi pindar ke segmen masyarakat yang selama ini tak tersentuh layanan perbankan konvensional. Kelompok ini kerap disebut sebagai segmen unbanked dan underbanked, yakni mereka yang tidak memiliki rekam jejak kredit di sistem keuangan formal.

Data industri mencatat pertumbuhan peminjam dari segmen UMKM menjadi salah satu indikator paling signifikan. Akses permodalan yang sebelumnya sulit dijangkau kini terbuka lewat platform pindar yang proses pengajuannya lebih sederhana dibanding lembaga keuangan tradisional.

Angka 90% peminjam yang membayar tepat waktu juga disebut Firlie sebagai bagian dari realitas industri yang kerap luput dari perhatian publik, di tengah narasi negatif yang masih kerap mewarnai pemberitaan seputar pinjaman online.

"Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. Aftech tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif. Kami adalah mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan itu, kepada pengguna, kepada regulator, kepada masyarakat luas," tegasnya.