periskop.id - Kerja bakti massal di Jakarta Timur pada Minggu (8/2) pagi menghadirkan pemandangan menarik. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang berdiri di samping Wakil Presiden ke-11 RI Jusuf Kalla, menegaskan bahwa dirinya tidak akan turun langsung ke gorong-gorong.

“Tadi saya bercanda dengan Pak JK, ‘Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya’. Pak JK ketawa,” ujar Pramono melansir Antara, Senin (9/2).

Ia menambahkan, bukan berarti dirinya tidak bersedia turun ke lapangan. “Sekali-sekali Gubernur DKI masuk gorong-gorong, saya mau saja Pak. Tapi nanti wartawan malah kaget kalau saya masuk gorong-gorong,” ucapnya sambil berkelakar.

Kerja bakti ini melibatkan 171.134 personel gabungan dari pemerintah daerah, BUMD, perusahaan, hingga masyarakat. Aksi bersih-bersih dilakukan serentak di 44 kecamatan dan 267 kelurahan. Pangdam Jaya serta Kapolda Metro Jaya juga ikut turun tangan, sesuai arahan Presiden RI dalam Rakornas sebelumnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menekankan bahwa fokus utama kegiatan adalah pengurasan dan pembersihan saluran air. 

“Karena yang namanya fogging itu belum tentu bisa mengurangi jentik-jentik. Jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan. Makanya dulu ada 3M: menguras, menutup, mengubur. Nah, ini harus kita sampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain tenaga manusia, Pemprov DKI mengerahkan 60 unit alat berat dan 144 truk pengangkut untuk menangani 66 lokasi prioritas. Palang Merah Indonesia (PMI) DKI turut mendukung dengan menyediakan ribuan cangkul, sekop, gerobak dorong, dan karung sampah yang dibagikan ke setiap kota administrasi.

Rano menegaskan pentingnya partisipasi warga. 

“Memang tidak bisa dilakukan sendiri, harus kita lakukan bersama-sama,” katanya.