Periskop.id - Persepsi tentang peluang ekonomi di Jakarta, masih menjadi salah satu faktor kedatangan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) ke ibu kota. Kepala Sudinsos Jakarta Selatan Bernard Tambunan mengatakan alasan kedatangan PPKS beragam, mulai dari mencari pekerjaan hingga mencari anggota keluarga yang tidak ditemukan
"Ada yang memang mau cari penghidupan di Jakarta, ada juga yang cari keluarga tapi tidak ketemu, ada juga yang menganggap Jakarta masih banyak peluang ekonomi," kata Bernard di Jakarta, Selasa (3/3), seperti dilansir Antara.
Menurut dia, sebagian pendatang beranggapan mereka dapat bertahan hidup di Jakarta meskipun tanpa pekerjaan tetap, misalnya dengan menjadi pengemis atau pemulung. "Jakarta Selatan merupakan wilayah perbatasan dengan sejumlah daerah penyangga, seperti Tangerang, Depok, dan Bekasi sehingga mobilitas PPKS cukup tinggi," jelasnya.
Sementara itu, dalam penanganan masalah PPKS, Sudinsos Jakarta Selatan melakukan penjangkauan dan asesmen untuk menentukan langkah lanjutan. Termasuk melakukan rujukan ke panti sosial atau pemulangan ke daerah asal melalui koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Pemulangan ke Daerah Asal
Bernard menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat penertiban, tetapi juga pembinaan agar PPKS mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Salah satunya, kata dia, yaitu dengan memfasilitasi pemulangan PPKS ke daerah asal melalui kerja sama transportasi resmi, guna memastikan prosesnya berjalan tertib dan terkoordinasi.
Seperti diketahui, Sudinsos Jakarta Selatan mengamankan 16 PPKS selama periode awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Dari total 16 orang yang terjaring, kelompok gelandangan dan pengemis mendominasi hasil penjangkauan tersebut, dengan masing-masing berjumlah lima orang.
Selain itu, petugas juga mengamankan tiga orang dalam kategori terlantar, satu orang dengan disabilitas mental, satu orang lanjut usia (lansia) terlantar, dan satu orang kategori non-PPKS.
Jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu, angka tersebut masih jauh dari data, yakni 114 orang pada Maret 2025. Dalam setahun penuh, Sudinsos Jakarta Selatan telah menjangkau sebanyak 700 PPKS sepanjang 2025.
Dia juga mengungkapkan, jumlah PPKS di Jaksel bersifat fluktuatif dan tidak dapat dipastikan naik atau turun setiap bulan. “Kalau per bulan, kadang ramai, kadang tidak. Tapi yang perlu kita antisipasi itu menjelang Ramadhan, saat Lebaran, dan setelah arus mudik,” tutur Bernard.
Manusia Gerobak
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginstruksikan jajarannya agar menertibkan manusia gerobak, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat. “Kalau memang ada pendatang yang seperti itu, ya, pasti kami tertibkan untuk kebersihan bersama Jakarta,” kata Pramono beberapa waktu lalu.
Sebagai pemimpin Jakarta, pria yang akrab disapa Pram itu mengaku ingin agar ibu kota menjadi tempat yang lebih aman, nyaman, dan bahagia.
Seperti diketahui, manusia gerobak merupakan sebutan bagi para pemulung atau pendatang musiman yang beraktivitas di jalan-jalan di wilayah DKI Jakarta. Selain menertibkan manusia gerobak, Pramono sebelumnya juga meminta agar seluruh trotoar tidak lagi dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima (PKL).
Tinggalkan Komentar
Komentar