periskop.id – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menghadiri acara nonton bareng (nobar) film Dilan ITB 1997, di Studio 3 XXI Plaza Indonesia, Jalan M.H. Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/5). 

 

Kehadiran Rano Karno di acara nobar itu sebagai bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap penguatan ekosistem industri kreatif, khususnya perfilman di Jakarta.

 

Dalam kesempatan itu, Rano Karno, mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme tinggi masyarakat yang menonton film karya anak bangsa, khususnya Dilan ITB 1997.

 

“Semangatnya luar biasa, jumlah penontonnya semakin banyak, dan sangat beragam,” ujar Rano Karno.

 

Kehadiran sosok yang akrab disapa Bang Doel ini menarik perhatian para insan perfilman serta penonton yang hadir. Ia terlihat menikmati suasana di tengah kerumunan masyarakat yang memadati bioskop.

 

Meningkatnya jumlah penonton dari berbagai lapisan usia dinilainya sebagai sinyal pertumbuhan positif. Baginya, fenomena ini menunjukkan film lokal sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

 

“Ini menjadi tanda bahwa perfilman Indonesia memiliki masa depan yang baik. Karena itu, Jakarta juga sedang berupaya menyiapkan ekosistem yang mendukung perkembangan industri film,” kata Wagub Rano.

 

Adapun film Dilan ITB 1997 ini mengisahkan Dilan (Ariel Noah) yang kini beranjak dewasa sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).

 

Sebagai mahasiswa ITB, Dilan aktif dalam diskusi intelektual hingga terlibat dalam pergerakan mahasiswa jelang masa reformasi 1998.

 

Di masa-masa ini, muncul sosok Ancika kisah cinta Dilan masih bersama Ancika (Niken Anjani).

 

Tetapi, hubungan Dilan dan Ancika mendapatkan ujian dengan kemunculan Milea (Raline Shah). 

Tak hanya kemunculan Milea, Dilan pun harus berhadapan dengan perempuan asing bernama Hana (Della Dartyan).

 

Kehadiran Milea dan Hana, menimbulkan gejolak dan dilema dalam hubungan Dilan dan Ancika. Keduanya pun harus bertaruh demi mempertahankan hubungan mereka.

Film ini kembali disutradarai Fajar Bustomi, yang sebelumnya sukses menggarap Dilan 1990, Dilan 1991, hingga Ancika: Dia yang Bersamaku 1995.

 

Film Dilan ITB 1997 tayang perdana di bioskop pada 30 April.