Periskop.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi sebagai bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun atau HUT ke-499 Kota Jakarta. Acara ini akan dipusatkan di Plaza Selatan Monumen Nasional, Jakarta Pusat,Jumat, 19 Juni 2026, dan diperkirakan dihadiri sekitar 20.000 jamaah.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda bernuansa religi dalam perayaan ulang tahun Jakarta tahun ini. Jika sebagian rangkaian HUT Jakarta diisi dengan festival, pameran, olahraga, dan kegiatan kreatif, haul akbar ini diarahkan untuk mengenang peran ulama dan habaib Betawi, dalam membentuk kehidupan sosial, pendidikan keagamaan, serta harmoni masyarakat Jakarta.
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim mengatakan, acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghormatan pemerintah daerah kepada tokoh agama yang memiliki jasa besar dalam sejarah sosial masyarakat Betawi dan Jakarta.
"Kegiatan ini menjadi wujud penghormatan mendalam kepada para ulama dan habaib Betawi yang telah berjasa besar dalam dakwah, pendidikan keagamaan, serta pembangunan sosial kemasyarakatan di Jakarta," kata Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim dalam keterangan di Jakarta, Kamis (18/6).
Haul akbar tahun ini mengusung tema "Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global". Tema tersebut menunjukkan arah perayaan HUT Jakarta yang ingin menempatkan nilai keagamaan, budaya Betawi, dan keberagaman sebagai fondasi menuju kota global.
Chico menyebut, transformasi Jakarta tidak boleh tercerabut dari akar sosial dan spiritual masyarakatnya. Karena itu, penghormatan kepada ulama dan habaib Betawi dinilai penting di tengah perubahan Jakarta yang terus bergerak menuju kota modern.
"Dengan tema yang diusung, kita ingin menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan transformasi menuju kota global harus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur spiritualitas dan kearifan lokal Betawi," ujarnya.
Rangkaian acara haul akbar dimulai sejak Jumat pagi melalui gerakan bersih-bersih tempat ibadah. Kegiatan ini menyasar 4.443 masjid dan 6.657 mushala di seluruh wilayah Jakarta. Gerakan tersebut menjadi pembuka kegiatan sebelum agenda ziarah dan puncak acara di Monas.
Setelah kegiatan bersih-bersih masjid dan mushala, agenda dilanjutkan dengan ziarah ke makam para ulama dan habaib Betawi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dijadwalkan berziarah ke makam Guru Marzuqi di Cipinang Muara, Jakarta Timur. Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dijadwalkan berziarah ke makam Guru Mughni di Kuningan, Jakarta Selatan.
Ziarah ke Makam Ulama Betawi
Para wali kota, bupati, camat, dan lurah juga dijadwalkan melakukan ziarah ke makam ulama yang telah ditentukan di wilayah masing-masing. Berdasarkan informasi NU Online Jakarta, ziarah tersebut akan dilakukan di 137 lokasi dengan pendampingan ulama dan tokoh masyarakat setempat.
Pada sore hari, kegiatan berlanjut dengan khotmul Qur’an di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta pada pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan 60 santri dari Pondok Pesantren Al-Hamidiyah dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah.
Puncak Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi akan digelar di Plaza Selatan Monas mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Jamaah yang hadir diimbau mengenakan busana bernuansa putih sebagai simbol kekhusyukan dan kebersamaan.
"Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno mengajak seluruh warga Jakarta untuk turut serta dalam suasana khusyuk dan penuh syukur. Dengan kehadiran puluhan ribu jamaah di Monas, Haul Akbar ini akan menjadi simbol persatuan umat," kata Chico.
Peringatan HUT ke-499 Jakarta tahun ini menjadi bagian dari perjalanan kota menuju usia lima abad. Secara historis, hari jadi Jakarta merujuk pada 22 Juni 1527, ketika Pangeran Fatahillah menyerang Sunda Kalapa dan mengganti namanya menjadi Jayakarta. Karena itu, peringatan HUT Jakarta tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk membaca kembali perjalanan panjang kota ini.
Dalam laman resmi Pemprov DKI Jakarta, HUT ke-499 Kota Jakarta mengusung semangat "Bergerak Menuju Era Baru Jakarta". Perayaan tahun ini ditempatkan sebagai momen menuju lima abad Jakarta, dengan visi kota yang semakin modern, inklusif, berbudaya, dan berkelanjutan.
Rangkaian HUT ke-499 Jakarta juga diisi berbagai agenda publik, seperti Festival Jakarta Great Sale pada 10 Juni hingga 22 Juli 2026, Jakarta Fair Kemayoran pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026, Jakarta International Marathon, Jakarta Future Festival, Video Mapping "Jaga Jakarta", hingga sejumlah festival seni dan budaya.
Di tengah banyaknya agenda hiburan dan ekonomi kreatif, haul akbar memberi warna berbeda karena menonjolkan aspek spiritual dan penghormatan kepada tokoh agama lokal. Kegiatan ini juga memperkuat pesan bahwa Jakarta sebagai kota global tetap perlu menjaga identitas Betawi dan ruang kebersamaan lintas kelompok masyarakat.
Pramono juga menilai, kegiatan budaya dan sosial di Jakarta harus menjadi ruang kebersamaan, bukan sekadar acara tahunan. Menurut dia, pelestarian budaya Betawi perlu berjalan beriringan dengan pembangunan kota modern.
"Kami ingin memastikan bahwa Jakarta menjadi kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat secara budaya dan sosial," ucap Pramono.
Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi karena itu dapat dibaca sebagai bagian dari arah baru perayaan HUT Jakarta. Kota ini sedang bergerak menuju status kota global, tetapi tetap berusaha menjaga wajah Betawi, nilai keagamaan, dan tradisi sosial yang telah lama membentuk karakter masyarakatnya.
Bagi warga, acara ini menjadi ruang untuk mengenang jasa para ulama, memperkuat silaturahmi, dan merayakan ulang tahun Jakarta dengan suasana yang lebih khusyuk. Bagi Pemprov DKI, haul akbar menjadi pesan bahwa transformasi kota tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur, ekonomi, dan teknologi, tetapi juga dari kemampuan merawat harmoni sosial serta akar budaya lokal.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar