Periskop.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan kado besar untuk perayaan 500 tahun atau lima abad Jakarta pada 2027. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memutuskan, transportasi umum dan sejumlah destinasi wisata di bawah pengelolaan Pemprov DKI akan digratiskan selama lima hari bagi masyarakat dari seluruh Indonesia, bukan hanya warga ber-KTP Jakarta.

Kebijakan ini menjadi kelanjutan dari program tarif khusus dan tiket wisata gratis saat HUT ke-499 Jakarta pada 2026. Program tersebut dinilai sukses menarik antusiasme publik karena jumlah pengunjung di sejumlah destinasi wisata melonjak, termasuk Taman Margasatwa Ragunan dan Ancol.

“Tahun depan, DKI Jakarta itu menyambut 5 abad. Karena 5 abad, saya sudah memutuskan, nanti bagi siapa pun warga Indonesia, bukan Jakarta saja, selama lima hari, dari tanggal 22 sampai dengan 27, itu transportasinya gratis Rp1,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu (8/7).

Selain transportasi umum, Pemprov DKI juga akan membebaskan biaya masuk sejumlah destinasi wisata. Beberapa lokasi yang disebut Pramono antara lain Monumen Nasional atau Monas, Taman Margasatwa Ragunan, dan Ancol. Kebijakan itu disiapkan sebagai “hadiah” bagi masyarakat luas agar bisa menikmati Jakarta saat kota ini memasuki usia lima abad.

Promo tersebut tidak hanya diarahkan untuk warga ibu kota. Pramono ingin masyarakat dari daerah lain juga dapat datang ke Jakarta, menggunakan transportasi publik, dan mengunjungi tempat wisata dengan biaya lebih ringan. Dalam laporan Berita Jakarta sebelumnya, Pramono juga menyebut kebijakan ini akan berlaku untuk seluruh Indonesia melalui pembebasan berbasis KTP.

“Untuk nanti lima abad, lima hari berturut-turut, tanggalnya akan kami tentukan, saya akan membebaskan KTP untuk seluruh Indonesia,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, keputusan memperpanjang program gratis menjadi lima hari didasarkan pada keberhasilan perayaan HUT ke-499 Jakarta. Saat itu, Pemprov DKI menggratiskan transportasi dengan skema tarif Rp1 dan membebaskan tiket masuk sejumlah tempat wisata pada 22, 27, dan 28 Juni 2026. Dampaknya, sejumlah destinasi mencatat rekor kunjungan.

“Ini terbukti, ketika kemarin kami gratiskan selama 3 hari, tanggal 22, 27, 28, rekor semuanya terpecahkan, termasuk yang datang ke Ragunan yang selama ini hanya 103, 105 ribu, itu pun kalau tahun baru atau Idul Fitri, kemarin bisa 135.500 pengunjung. Ancol kemarin bisa 80.000,” papar Pramono.

Sekadar informasi, Ragunan dikunjungi lebih dari 135.500 orang dalam sehari saat puncak HUT ke-499 Jakarta. Angka itu melampaui rekor sebelumnya sekitar 113.000 pengunjung yang biasanya terjadi saat libur Tahun Baru. Pramono menyebut mayoritas pengunjung Ragunan saat itu berasal dari luar Jakarta dan memanfaatkan tarif transportasi Rp1 serta tiket masuk gratis ke tempat wisata.

Alhamdulillah, semuanya memecahkan rekor yang terjadi. Hari Minggu (28/6) kemarin di Ragunan hadir lebih dari 135.500 orang. Selama ini rekornya 113.000, itu menyambut tahun baru yang lalu. Sekarang menjadi 135.500. Artinya, publik masyarakat memanfaatkan itu,” kata Pramono Anung.

Lonjakan pengunjung juga terjadi di Ancol dan museum-museum yang dikelola Pemprov DKI. Sejumlah museum bahkan mencatat kunjungan hingga 30.000 orang dalam sehari saat program gratis diberlakukan. Pramono menilai capaian itu menunjukkan warga sebenarnya memiliki minat besar untuk mengakses ruang wisata, sejarah, dan budaya jika hambatan biaya dapat ditekan.

“Yang saya bahagia, orang datang ke Jakarta memecahkan rekor itu ke museum, yang selama ini tidak pernah didatangi. Masing-masing museum ada yang 30.000 orang datang. Museum bisa didatangi 30.000 dalam satu hari kan luar biasa,” kata dia.

Jumlah Penumpang Transportasi Umum

Dari sisi transportasi, program tarif Rp1 juga berdampak besar terhadap jumlah penumpang. PT MRT Jakarta mencatat 567.633 penumpang menggunakan layanan MRT saat penerapan tarif khusus Rp1 pada 22, 27, dan 28 Juni 2026. Rinciannya, 202.861 pelanggan pada hari pertama, 195.545 pelanggan pada hari kedua, dan 169.227 pelanggan pada hari ketiga.

“Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota, yang telah memilih menggunakan transportasi publik untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta," kata Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Mega Tarigan.

Mega menilai, antusiasme tersebut memperlihatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik. Ia menyebut MRT Jakarta akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat integrasi antarmoda agar pengalaman perjalanan masyarakat semakin baik.

“Sebagai Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta, MRT Jakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan berstandar internasional guna mendukung Jakarta sebagai Kota Global,” tuturnya. 

Kebijakan gratis transportasi dan wisata pada 2027 juga tidak bisa dilepaskan dari arah besar Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara. Pemprov DKI sedang mendorong Jakarta sebagai kota global, dengan transportasi publik, pariwisata, budaya, dan ruang publik sebagai bagian penting dari daya tarik kota.

Badan Pusat Statistik DKI Jakarta melaporkan jumlah penumpang angkutan umum di Jakarta meningkat secara tahunan pada Mei 2026. Pada bulan tersebut, penumpang MRT Jakarta mencapai 3.857.969 orang, LRT Jakarta 119.185 orang, dan Transjakarta termasuk Mikrotrans 35.585.808 orang. Angka ini menunjukkan transportasi publik sudah menjadi bagian besar dari mobilitas warga dan pengunjung Jakarta.

"Dibandingkan kondisi Mei 2025, jumlah penumpang MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta mengalami peningkatan masing-masing sebesar 5,03%, 11,23%, dan 6,98%," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Rabu.

Dengan basis pengguna yang besar, kebijakan transportasi gratis pada HUT ke-500 Jakarta berpotensi menarik lebih banyak warga menggunakan angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi. Namun, kebijakan ini juga menuntut kesiapan layanan, mulai dari kapasitas armada, pengaturan antrean, kebersihan, keamanan, hingga integrasi rute menuju destinasi wisata utama.

Selain mobilitas, Pemprov DKI juga menyiapkan agenda budaya dan pariwisata sepanjang 2027. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pemerintah sedang menyusun kalender kegiatan dari Januari hingga Desember 2027 untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global sekaligus memberi kepastian bagi sektor pariwisata dan perhotelan.

“Kami sedang mendesain kalender kegiatan dari Januari sampai Desember 2027. Setiap bulan akan ada kegiatan berskala internasional karena Jakarta sedang menuju kota global," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Menurut Rano, agenda budaya tidak hanya dimaksudkan sebagai ruang pelestarian, tetapi juga sebagai penggerak kunjungan wisata dan ekonomi kota. Ia menyebut rangkaian kegiatan dari Natal hingga Idul Fitri sebelumnya mampu menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp68 triliun.

“Targetnya tentu meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Dengan kunjungan yang meningkat, fiskal Jakarta juga ikut tumbuh,” ujar Rano.

Karena itu, rencana menggratiskan transportasi umum dan destinasi wisata selama lima hari pada 2027 dapat dibaca sebagai strategi ganda. Di satu sisi, kebijakan ini menjadi bentuk perayaan publik atas lima abad Jakarta. Di sisi lain, program tersebut juga dapat mendorong kunjungan wisata, menggerakkan ekonomi kota, dan memperkenalkan wajah baru Jakarta sebagai kota yang lebih terbuka dan inklusif.

Namun, pemerintah daerah tetap perlu memastikan kebijakan gratis ini tidak sekadar ramai secara jumlah, tetapi juga tertib dan nyaman. Lonjakan pengunjung di Ragunan, Ancol, Monas, museum, dan simpul transportasi publik perlu diantisipasi dengan rekayasa lalu lintas, pengaturan jadwal layanan, penambahan petugas, fasilitas kebersihan, serta informasi publik yang jelas.

Pramono sebelumnya juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban saat masyarakat datang ke Jakarta. Ia ingin kota ini dapat dinikmati masyarakat luas, tetapi tetap dikelola dengan baik melalui sistem transportasi yang saling terhubung dan fasilitas publik yang terjaga.

"Jadi ini menunjukkan bahwa Jakarta kalau dikelola dengan baik, semua yang belum terkoneksi kita hubungkan, yang jauh kita dekatkan, persoalan-persoalan yang dulu tidak selesai kita selesaikan," tandasnya.

Dengan rencana ini, HUT ke-500 Jakarta pada 2027 tidak hanya akan menjadi seremoni ulang tahun kota. Perayaan lima abad Jakarta juga diproyeksikan menjadi momentum untuk memperkuat transportasi publik, memperluas akses wisata, menghidupkan museum dan ruang budaya, serta menarik masyarakat dari berbagai daerah datang ke Jakarta.