Periskop.id - Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan filosofi di balik pemilihan waktu pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar. Peresmian proyek ini sengaja digelar bukan berdasarkan tanggal, melainkan hari baik menurut kalender Bali.

Ia menjelaskan, meski secara kalender nasional acara jatuh pada hari Rabu biasa, dalam penanggalan Bali hari tersebut jatuh pada Buddha Umanis, Uku Medangsia. Perhitungan ini disebut menjadi pertimbangan utama penentuan jadwal peresmian.

"Buddha itu bermakna memuliakan bumi pertiwi," kata Koster dalam sambutannya di acara peresmian pembangunan PSEL Bali, Denpasar, Rabu (8/7).

Koster menguraikan, unsur Umanis dalam penanggalan tersebut bermakna memberikan aura, sementara Medangsia melambangkan keterbukaan serta dukungan luas dari seluruh komponen masyarakat. Ia menilai pemilihan hari baik ini turut memengaruhi kelancaran proses persiapan proyek secara keseluruhan.

Selain soal penentuan waktu, Koster juga bercerita mengenai proses pematangan lahan seluas 6 hektare yang digunakan untuk proyek ini. Lahan tersebut sebelumnya berupa area rawa dengan kedalaman air mencapai 3 meter.

Menurutnya, proses pematangan lahan tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa upacara adat, karena dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan alam sekitar. Ia menyebut, upacara ritual dilakukan lebih dulu sebagai bentuk permohonan restu kepada alam sebelum pekerjaan fisik dimulai.

"Kalau alam balik protes, walaupun mulainya lebih cepat, itu jalannya bisa terhambat atau bahkan jadi gagal," ujar Koster.

Ia menambahkan, setelah upacara tersebut dilaksanakan, genangan air di lahan rawa yang semula mencapai kedalaman 3 meter berangsur menyusut dengan sendirinya. Kondisi ini dinilai memudahkan proses pematangan lahan yang kemudian dikerjakan Pemerintah Kabupaten Badung.

Proses pematangan lahan, termasuk pengangkutan material sertu dari Kabupaten Karangasem, disebut rampung lebih cepat dari target 30 Juni. Koster menyebut hasil akhirnya membuat kondisi lahan terlihat rapi dan siap digunakan.

Pembangunan fasilitas PSEL di lahan tersebut ditargetkan rampung dalam 15 hingga 18 bulan, atau sekitar Oktober 2027 hingga akhir tahun yang sama. Koster berharap seluruh proses konstruksi dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

"Semoga alam Bali merestui niat baik dan langkah kita bersama," pungkas Koster.