Periskop.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan jalan sejajar rel kereta api di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, selesai paling lambat awal 2027. Proyek yang telah direncanakan sejak 2014 itu dipercepat untuk menyediakan jalur alternatif dan mengurai kemacetan di salah satu kawasan tersibuk Jakarta Selatan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan jalan tersebut kini menjadi salah satu proyek prioritas pemerintahannya. Proses pengadaan tanah masih berlangsung, sementara sejumlah lahan yang telah dibebaskan mulai dibersihkan untuk persiapan konstruksi.
"Saya sudah meminta untuk (perbaikan) jalan tersebut selambat-lambatnya harus bisa selesai awal tahun depan," kata Pramono saat ditemui di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7).
Jalan baru tersebut berada di Kelurahan Pejaten Timur dan dibangun memanjang mengikuti jalur rel kereta api. Koridornya akan melewati kawasan Pejaten hingga sekitar kompleks Badan Intelijen Negara, kemudian menghubungkan Jalan Seno, Jalan Masjid Al Makmur, dan Jalan Raya Tanjung Barat.
"Jadi, jalan sebidang yang di Pasar Minggu, yang segaris dengan rel kereta yang melewati Pejaten, BIN, sekarang ini sudah dalam proses pembebasan lahan dan sebagian sudah mulai dilakukan pembersihan," jelas Pramono.
Berdasarkan pendataan Pemprov DKI, jalan sejajar rel tersebut dirancang sepanjang sekitar 1.872 meter dengan lebar antara 15 hingga 23 meter. Penetapan lokasi pembangunannya tercantum dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 493 Tahun 2024.
Dari total 118 bidang tanah yang dibutuhkan, sebanyak 59 bidang telah dibebaskan hingga akhir 2025. Sebanyak 59 bidang lainnya masih dalam proses pengadaan tanah, termasuk delapan bidang yang tercatat sebagai aset pemerintah. Pembangunan fisik baru dapat dilakukan secara menyeluruh setelah pembebasan lahan selesai.
Ditargetkan Urai Kemacetan Pasar Minggu
Pembangunan jalan tersebut dirancang untuk menambah jalur alternatif bagi kendaraan yang selama ini bergantung pada Jalan Raya Pasar Minggu. Kepadatan di kawasan itu kerap terjadi pada pagi dan sore hari karena tingginya mobilitas menuju permukiman, sekolah, fasilitas kesehatan, perkantoran, dan pusat kegiatan ekonomi.
Jalur baru juga diharapkan mempersingkat waktu tempuh dari Pasar Minggu menuju Tanjung Barat dan Pejaten. Arus kendaraan nantinya dapat terbagi ke jalan sejajar rel sehingga beban Jalan Raya Pasar Minggu dan ruas penghubung di sekitarnya berkurang.
"Sehingga dengan demikian, salah satu jalan yang menjadi kemacetan di Jakarta, terutama di Jakarta Selatan, adalah di tempat itu. Mudah-mudahan bisa terurai dengan baik," ucap Pramono.
Proyek jalan sejajar rel Pasar Minggu telah direncanakan sejak masa pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Namun, pembangunannya berulang kali tertunda, terutama karena kendala pembebasan lahan dan ketersediaan anggaran. Pramono sebelumnya menyebut persoalan proyek tersebut tidak kunjung selesai selama tujuh periode kepemimpinan gubernur Jakarta.
“Jalan yang sejajar dengan rel kereta di Pasar Minggu, yang lewat Badan Intelijen Negara (BIN), itu sudah tujuh gubernur enggak selesai-selesai. Maka kemarin dalam rapat 2-3 bulan yang lalu, saya memutuskan ini menjadi prioritas untuk diselesaikan,” jelas Pramono.
Target penyelesaian pada awal 2027 lebih cepat dibandingkan rencana yang disampaikan Dinas Bina Marga DKI sebelumnya. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo sempat menyatakan pembebasan lahan ditargetkan selesai pada 2026, sedangkan pekerjaan fisik direncanakan dimulai pada 2027.
“Untuk pembebasan Insya Allah tahun ini, fisik tahun depan,“ jelas Heru beberapa waktu lalu.
Untuk memenuhi target terbaru, Pemprov DKI harus mempercepat penyelesaian pengadaan tanah sekaligus menyiapkan konstruksi pada bidang yang telah dibebaskan. Pramono memastikan proyek lama tersebut akan dituntaskan agar jalan baru dapat segera digunakan masyarakat dan membantu mengurangi kemacetan di kawasan Pasar Minggu.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar