Periskop.id - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mencatat pergeseran konsumsi bahan bakar minyak dari jenis nonsubsidi ke bersubsidi. Penyaluran Pertalite naik 9,4% sementara Pertamax turun 18% pada Juli 2026 dibandingkan periode Januari-Mei 2026.

Direktur Pemasaran PPN Eko Ricky Susanto memaparkan, rerata penyaluran Pertalite pada Juli 2026 bertambah 9,4% atau setara 7.129 kiloliter per hari dari rerata normal. Di sisi lain, penyaluran Pertamax series justru berkurang 18% atau sekitar 4.476 kiloliter per hari.

"Kalau secara komposisi, perubahannya pada saat periode Januari-Mei kondisi untuk produk JBKP Pertalite secara komposisi sekitar 75% saat ini sudah bergeser ke 80%. Jadi hampir 5% komposisi BBM gasoline itu sudah bergeser ke BBM PSO. Dampaknya adalah saat ini produk-produk BBM JBU khususnya Pertamax series terjadi penurunan hampir 18% dari periode sebelumnya," kata Eko dalam rapat dengar pendapat di Komisi XII DPR, Kamis (16/7).

Eko juga merinci data proporsi penggunaan kedua jenis BBM tersebut. Menurutnya, komposisi Pertalite pada Juli 2026 mencapai 80,4%, naik 4,9% dibandingkan periode Januari-Mei 2026 yang tercatat sekitar 85,4%.

Sebaliknya, proporsi konsumsi Pertamax pada Juli 2026 berada di angka 18,4%. Angka itu turun 4,4% dari periode sebelumnya yang sempat mencapai 23,2%.

Pergeseran komposisi ini, menurut Eko, sejalan dengan tren peralihan konsumen dari BBM jenis JBU (Jenis BBM Umum) seperti Pertamax ke BBM jenis JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasan) seperti Pertalite.

Ia menyebutkan penurunan penyaluran Pertamax series hampir mencapai 18% dari periode sebelumnya. Pergeseran ini terjadi seiring naiknya harga BBM nonsubsidi.

Data penyaluran yang dipaparkan Eko mencakup periode Januari hingga Mei 2026 sebagai pembanding rerata normal, sebelum dibandingkan dengan kondisi terbaru pada Juli 2026.

Paparan tersebut disampaikan Eko dalam forum rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR yang membahas kondisi penyaluran BBM subsidi dan nonsubsidi terkini.

Rapat tersebut menjadi salah satu forum evaluasi pemerintah dan DPR terhadap dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi pada pola konsumsi masyarakat.

"Dampaknya adalah saat ini produk-produk BBM JBU khususnya Pertamax series terjadi penurunan hampir 18% dari periode sebelumnya," kata Eko.