Periskop.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji segera memperbaiki SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, setelah kondisi empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah yang roboh sejak November 2024 viral di media sosial. Kerusakan tersebut membuat ratusan murid harus menumpang belajar di sekolah tetangga dengan jadwal bergantian hingga tiga sif.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku baru mengetahui kondisi sekolah di Jalan K.H. Ismail, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, setelah foto dan video bangunan yang terbengkalai menyebar luas.
“Tentunya segera kami tangani dan saya terus terang baru tahu ketika ini viral. Jakarta begitu luas, sering kali kalau bagi saya yang viral-viral itu malah pasti saya kasih atensi khusus untuk segera diselesaikan. Jadi, untuk SD negeri yang di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (21/7).
Atap Ambruk Saat Sekolah Libur Pilkada
Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh pada 27 November 2024, bertepatan dengan hari libur Pilkada. Kepala sekolah Kenhayati Dwi Rahmini mengatakan atap sebelumnya terlihat melengkung, kemudian ambruk setelah hujan deras menjelang malam. Tidak ada korban karena kegiatan belajar sedang diliburkan.
“Robohnya itu saat libur Pilkada, tepatnya 27 November 2024. Awalnya atapnya melengkung namun setelah hujan deras menjelang Magrib akhirnya ambruk,” ujarnya.
Kerusakan meliputi empat ruang kelas dan satu ruang UKS. Atap genting, rangka penyangga, plafon, serta puing bangunan jatuh menimpa meja, kursi, lemari, dan sejumlah perlengkapan sekolah. Kondisinya dinilai berbahaya sehingga area tersebut tidak lagi dapat digunakan untuk kegiatan belajar.
Hingga Juli 2026, bangunan yang rusak masih belum direhabilitasi. Gerbang sekolah digembok, sementara buku, topi, meja, dan atribut lain terlihat tertinggal di antara puing.
Sebanyak 274 Siswa Belajar Bergantian
Kerusakan bangunan berdampak langsung terhadap 274 siswa yang terbagi dalam 10 rombongan belajar. Mereka dipindahkan sementara ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada di dekat lokasi.
“Siswanya itu sementara menumpang di sebelah, Itu siswanya 274 kalau gak salah. Ada 10 rombel (rombongan belajar),” kata Kenhayati.
Keterbatasan ruang membuat pembelajaran berlangsung hingga tiga sif. Siswa kelas satu baru dapat menggunakan ruangan sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, kemudian kelas yang sama kembali dipakai murid lain sampai sekitar pukul 17.00 WIB.
Jadwal tersebut membuat waktu belajar anak bergeser jauh dari kondisi normal. Orang tua juga mengeluhkan kegiatan tambahan, termasuk mengaji, terganggu karena sebagian siswa baru masuk sekolah pada siang hari.
“Kami sebagai orang tua murid sangat prihatin. Sekolah-sekolah lain sudah memiliki gedung bertingkat, bahkan ada yang dilengkapi lift. Sementara itu, anak-anak kami harus menjalani kegiatan belajar dalam kondisi yang jauh dari layak,” demikian keluhan orang tua yang beredar di media sosial.
“Kami berharap Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, @pramonoanungw dan @pram.doel, dapat memberikan perhatian serius agar pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 segera direalisasikan demi masa depan anak-anak kami.”
Perbaikan Belum Disertai Jadwal Terperinci
Pramono telah memastikan sekolah tersebut akan ditangani, tetapi Pemprov DKI belum mengumumkan bentuk rehabilitasi, nilai anggaran, waktu dimulainya pekerjaan, maupun target penyelesaiannya.
“Jadi untuk SD negeri yang di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan. Pokoknya segera kami selesaikan,” tegas Pramono.
Sebelum pekerjaan dimulai, pemerintah perlu menentukan apakah bangunan masih dapat direhabilitasi atau harus dibongkar dan dibangun kembali. Pemeriksaan struktur juga diperlukan pada bagian sekolah yang masih berdiri untuk memastikan tidak ada risiko serupa.
Selama konstruksi berlangsung, Dinas Pendidikan perlu menyiapkan pengaturan belajar yang tidak terus membebani siswa dengan tiga sif. Pilihannya dapat berupa penambahan ruang belajar sementara, penggunaan gedung publik terdekat, atau penyesuaian distribusi kelas di sekolah penampung.
Unit Pengelola Prasarana dan Sarana Pendidikan DKI Jakarta secara kelembagaan bertanggung jawab melakukan pemetaan dan evaluasi aset, merencanakan rehabilitasi atau pembangunan baru, serta memelihara bangunan satuan pendidikan.
DKI Punya Anggaran Rp126 Miliar untuk Rehab Sekolah
Dalam APBD 2026, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp19,75 triliun atau 26,59 persen dari belanja daerah. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp126,12 miliar disiapkan untuk rehabilitasi sekolah dan fasilitas pendidikan.
Namun, belum ada informasi resmi apakah SDN Kebayoran Lama Selatan 09 sebelumnya telah masuk daftar sekolah yang memperoleh anggaran rehabilitasi tersebut. Ketidakjelasan ini menjadi pertanyaan penting mengingat kerusakan telah terjadi sejak akhir 2024 dan memengaruhi proses belajar ratusan anak.
Kasus tersebut juga menunjukkan persoalan pelaporan dan pengawasan fasilitas pendidikan. Kondisi bangunan sekolah seharusnya terdeteksi melalui pemeriksaan berkala, laporan kepala sekolah, suku dinas pendidikan, serta pemetaan aset, bukan baru mendapat penanganan setelah viral.
Sekolah tersebut masih tercatat sebagai SD negeri aktif dengan NPSN 20105964 dan akreditasi A. Status akademik itu berbanding terbalik dengan kondisi fisik sebagian bangunannya yang tidak dapat digunakan.
Janji Perbaikan Perlu Diikuti Kepastian
Respons cepat gubernur menjadi langkah awal, tetapi kepastian bagi orang tua dan siswa baru hadir apabila pemerintah mengumumkan jadwal, anggaran, desain pembangunan, serta tempat belajar sementara yang layak.
Keamanan harus menjadi prioritas utama. Pemerintah juga perlu membuka hasil pemeriksaan bangunan dan menjelaskan mengapa kerusakan tersebut tidak ditangani selama hampir dua tahun.
Bagi 274 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09, persoalannya bukan sekadar bangunan yang terlihat buruk dalam video viral. Mereka telah menjalani jadwal belajar terbatas, berpindah ruang, dan berbagi fasilitas sejak akhir 2024.
Janji “segera diselesaikan” kini harus diterjemahkan menjadi pekerjaan nyata agar perhatian terhadap sekolah tersebut tidak ikut menghilang ketika perbincangan di media sosial mereda.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar