periskop.id - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 1 April 2026, ke level Rp16.983 per dolar AS. Penguatan 58 poin ini terjadi dari penutupan sebelumnya di level Rp17.041, seiring melemahnya indeks dolar AS dan harapan negosiasi damai terkait konflik di Timur Tengah.

“Rupiah sore ini ditutup menguat 58 poin di level Rp16.983 dari penutupan sebelumnya Rp17.041, sebelumnya sempat menguat 75 poin,” ujar Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi, Rabu (1/4).

Sentimen eksternal relatif menenangkan pasar meski konflik di Timur Tengah masih berlangsung. Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington dapat menarik diri dari konflik dalam waktu dua hingga tiga minggu, sementara Iran melalui Presiden Masoud Pezeshkian menyebut Teheran siap mengakhiri perang, dengan syarat tertentu. Selat Hormuz, jalur vital untuk sekitar seperlima pasokan minyak global, masih mengalami penurunan drastis lalu lintas kapal tanker, mempertahankan tekanan pada harga energi.

Data AS menunjukkan pasar tenaga kerja melemah, dengan lowongan kerja Februari menurun menjadi 6,882 juta dari 7,24 juta pada Januari, sementara Indeks Kepercayaan Konsumen naik menjadi 91,8 pada Maret. Ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada 2026 juga surut karena harga energi yang tinggi.

Dari dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia relatif solid. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Februari 2026 surplus US$1,27 miliar, lebih tinggi dari Januari US$0,95 miliar, terutama ditopang surplus komoditas nonmigas seperti lemak dan minyak hewani/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Ekspor Februari mencapai US$22,17 miliar (+1,01% yoy), sedangkan impor US$20,89 miliar (+10,85% yoy).

Data Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke 50,1 pada Maret dari 53,8 pada Februari, tetap berada di zona ekspansi. Survei menunjukkan penurunan output moderat, terutama akibat kelangkaan pasokan bahan baku dan kenaikan harga material yang dipengaruhi konflik Timur Tengah dan gejolak global.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan fluktuatif namun ditutup melemah dalam rentang Rp16.980–Rp17.020,” tutup Ibrahim.