periskop.id - PT PP Properti Tbk (PPRO) menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan usaha jangka panjang melalui langkah strategis yang menyeluruh, mencakup penataan fundamental perusahaan sekaligus penguatan corporate governance.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan secara konsisten menerapkan strategi kehati-hatian dalam meninjau kembali nilai aset, persediaan, dan investasi tertentu agar mencerminkan fair value yang dapat direalisasikan, termasuk pembentukan pencadangan konservatif sebagai bagian dari penguatan kualitas aset.

Langkah ini juga sejalan dengan penyesuaian portofolio untuk fokus pada aset yang lebih produktif dan memiliki tingkat monetization optimal, sekaligus mempertimbangkan dinamika pasca Homologation Decision yang telah dilalui Perseroan.

VP Corporate Secretary Afrilia Pratiwi menegaskan bahwa penataan ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan kinerja Perseroan secara bertahap dan berkelanjutan.

"Perseroan secara proaktif melakukan peninjauan portofolio aset dan kualitas pencatatan untuk menghasilkan struktur keuangan yang lebih sehat dan financial statements yang lebih andal. Langkah ini menjadi landasan bagi peningkatan kinerja dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh stakeholders,” ujar Afrilia dalam keterangannya, Rabu (1/4).

Tidak hanya berfokus pada pencatatan dan penataan aset, Perseroan memastikan aktivitas operasional tetap berjalan normal, termasuk marketing, pengelolaan aset produktif, serta penyelesaian proyek-proyek prioritas. Bahkan, hak atas aset dan upaya recovery tetap dijalankan secara aktif sebagai bagian dari strategi optimalisasi portofolio.

Sebagai bagian dari penguatan fundamental, Perseroan menekankan sejumlah strategi penting. Pertama, penguatan struktur keuangan melalui fokus pada operational cash flow dan penurunan liabilitas secara bertahap. Kedua, peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional untuk mendorong pertumbuhan berkualitas, memperkuat recurring income, serta mempercepat asset monetization.

Selanjutnya, ketiga, penguatan kerja sama strategis dan manajemen risiko terintegrasi untuk memastikan setiap langkah bisnis memberikan dampak positif terhadap nilai perusahaan. Keempat, komitmen terhadap praktik Good Corporate Governance (GCG) dengan transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi kepada seluruh stakeholders.

"Langkah penataan fundamental yang dilakukan saat ini akan menjadi landasan yang kuat bagi keberlanjutan usaha Perseroan. Dengan peningkatan kualitas aset, struktur keuangan yang lebih prudent, serta strategi bisnis yang lebih terarah untuk meningkatkan kinerja secara bertahap dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh stakeholders," tutup Afrilia.