Periskop.id - David Bowie bakal merilis sejumlah rekaman langka dari era 1965, ketika ia masih menggunakan nama panggung Davy Jones. Materi tersebut menampilkan penampilan bersama Jimmy Page, gitaris yang belakangan dikenal sebagai pendiri Led Zeppelin.

Rekaman itu masuk dalam kompilasi bertajuk David Bowie: The Shel Talmy Recordings, yang dijadwalkan rilis pada 18 September. Bowie saat itu belum meraih kesuksesan besar lewat album Space Oddity pada 1969 maupun karakter ikonik Ziggy Stardust pada 1972.

Pada pertengahan 1960-an, Bowie tampil dengan gaya musik pop-rock bernuansa blues dan sentuhan psikadelik, sejalan dengan tren musik London kala itu yang juga digandrungi The Beatles, Small Faces, dan The Who.

Produser Shel Talmy, yang menggarap rekaman ini, sempat menyampaikan keyakinannya terhadap potensi Bowie muda.

"Saya benar-benar berpikir dia akan berhasil. Satu-satunya hal yang disayangkan adalah saya dan dia berada sekitar enam tahun lebih maju dibandingkan pasar saat itu," ujar Talmy pada 2017 silam.

Talmy dikenal sebagai produser di balik sejumlah lagu besar era rock Inggris 1960-an, termasuk "You Really Got Me" milik The Kinks dan "My Generation" milik The Who. Dalam sesi rekaman bersama Bowie, ia turut melibatkan Jimmy Page yang saat itu masih berstatus gitaris sesi, jauh sebelum mendirikan Led Zeppelin.

Page bergabung sebagai bagian dari The Manish Boys, salah satu band pendukung Bowie pada masa itu. Musisi sesi kenamaan Nicky Hopkins, yang pernah bermain bersama The Rolling Stones, The Beatles, dan Jeff Beck, juga ikut terlibat dalam beberapa rekaman tersebut.

Kompilasi ini menghadirkan sejumlah lagu yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, di antaranya "Cupid", "Leave Her to Me", "You Gotta Tell Her", "Certain Woman", "Today", "I Live in Dreams", dan "I Do Believe I Love You". Ada pula lagu instrumental "Keep Up With the Jones".

Salah satu lagu yang sudah dirilis lebih dulu adalah "I Want Your Love", nomor rock and roll bernuansa blues yang menampilkan vokal energik Bowie saat mengungkapkan kerinduan pada seseorang.

Bowie masih memakai nama lahirnya, David Jones, dengan nama panggung Davy Jones atau Davie Jones pada periode itu. Ia baru mengganti nama menjadi David Bowie pada 1966 untuk menghindari kebingungan dengan Davy Jones dari grup The Monkees.

Sejarawan musik Alec Palao menilai rekaman awal ini memang belum menampilkan sosok Bowie sebagai inovator musik yang kelak mengubah wajah rock dunia. Menurutnya, karya-karya tersebut harus dipahami sesuai konteks zamannya, bukan dibandingkan langsung dengan karya masa depan Bowie.

Sepanjang kariernya, Bowie memang dikenal terus bereksperimen, menggabungkan genre funk, soul, drum and bass, hingga jazz. Ia sempat kembali merekam lagu-lagu lama termasuk "Liza Jane" untuk proyek album Toy pada 2000, yang baru dirilis resmi pada 2021, lima tahun setelah kematiannya.

"David Bowie sebagai seorang seniman adalah sebuah buku yang terdiri dari banyak bab. Setiap halaman menghadirkan sesuatu yang berbeda dan tidak terduga dari sebelumnya," tulis Palao dalam catatan album tersebut.