Periskop.id - MSCI Inc. memperbarui metodologi penyaringan saham yang mengalami lonjakan harga ekstrem atau Extreme Price Increase (EPI). Aturan anyar ini bakal mulai diterapkan pada review indeks Agustus 2026.

Lembaga penyedia indeks global itu akan memberikan pengecualian penyaringan EPI bagi saham yang sudah mendapat flagging EPI namun memiliki Foreign Inclusion Factor (FIF) mencapai 0,75 kali. Saham dengan kriteria tersebut tetap berpeluang masuk ke MSCI Global Standard Index, sepanjang memenuhi seluruh persyaratan indeks lainnya.

"Tetapi tetap dipertahankan dalam Market Investable Universe dan akan dievaluasi kembali pada Index Review berikutnya," tulis MSCI dalam pengumuman resminya, dikutip Jumat (17/7).

Kebijakan ini menjadi revisi dari ketentuan sebelumnya. Dalam dokumen MSCI Global Investable Market Indexes Methodology yang terbit November 2024, saham dengan kenaikan harga ekstrem dinyatakan tidak memenuhi syarat masuk MSCI Standard Indexes, meski masih dipertimbangkan masuk Market Investable Universe.

Di sisi lain, MSCI masih mempertahankan pembatasan bagi saham berstatus EPI dengan FIF di bawah 0,75. Saham yang belum tercatat sebagai bagian dari MSCI Investable Market Indexes tidak akan dimasukkan ke Standard Index.

Perlakuan berbeda berlaku bagi konstituen yang sudah tergabung dalam MSCI Small Cap Indexes dan tercatat mengalami EPI. Saham-saham ini akan dinilai berdasarkan kapitalisasi pasarnya, dibandingkan dengan Standard Index Market Size-Segment Cutoffs.

Saham dengan kapitalisasi pasar penuh di bawah 1,8 kali batas kapitalisasi standar acuan, atau kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float di bawah 1,8 kali setengah batas tersebut, akan tetap dipertahankan sebagai konstituen Small Cap Index.

Sebaliknya, saham dengan kapitalisasi pasar setara atau lebih dari 1,8 kali Standard Index Market Size-Segment Cutoff tidak akan dimasukkan ke Standard Index. Ketentuan serupa berlaku untuk saham dengan free float-adjusted market capitalization setara atau lebih dari 1,8 kali setengah batas tersebut.

Saham dengan kondisi tersebut juga bakal dikeluarkan dari Small Cap Index. Meski begitu, posisinya tetap dipertahankan dalam market investable universe untuk dievaluasi ulang pada review indeks berikutnya, terkait kemungkinan masuk ke Standard Index.

Pembaruan metodologi ini diumumkan MSCI pada 16 Juli waktu setempat dan dikutip Jumat (17/7/2026). Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi susunan konstituen indeks global, termasuk saham-saham yang selama ini tersandung status EPI akibat lonjakan harga tajam.

"Saham tersebut juga akan dikeluarkan dari Small Cap Index, tetapi tetap dipertahankan dalam market investable universe untuk dievaluasi kembali pada indeks review berikutnya terkait kemungkinan masuk ke Standard Index."