banner-sheroes-yoga
Bisnis

Netflix Akui Pakai AI Generatif untuk 300 Program

Netflix membeberkan penggunaan AI generatif di ratusan produksinya, dari tahap konsep sampai perilisan, sembari membukukan kenaikan laba pada kuartal II-2026.

0 Film dan Serial Indonesia Paling Laris di Netflix Global 2025, Abadi Nan Jaya Cetak Rekor!
Film dan serial Indonesia di Netflix. Pixabay/yousafbhutta
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Netflix mengungkapkan sekitar 300 program dalam katalognya menggunakan kecerdasan buatan (AI) generatif selama proses produksi. Perusahaan streaming raksasa itu membeberkan hal tersebut dalam laporan pendapatan kuartal II-2026.

Menurut perusahaan, pemanfaatan AI generatif itu mencakup seluruh tahap produksi, mulai dari konsep dan pra-visualisasi, hingga pasca-produksi dan perilisan.

"Kami semakin memanfaatkan alat-alat ini untuk menghasilkan output berkualitas lebih tinggi dengan lebih cepat dan dengan biaya lebih rendah daripada metode tradisional," demikian pernyataan Netflix dalam laporan pendapatan kuartal II-2026, seperti dilansir Variety, Jumat (17/7).

Tiga judul disebut sebagai contoh pemanfaatan teknologi tersebut sepanjang tahun ini. Ketiganya adalah serial thriller olahraga asal India "Glory", miniseri sepak bola Brasil "Brasil 70: A Saga do Tri", dan serial dokumenter "The American Experiment" yang mengangkat kisah revolusi Amerika Serikat.

Di sisi bisnis, kinerja keuangan Netflix pada kuartal II-2026 turut mencatatkan kenaikan. Pendapatan perusahaan tercatat US$12,56 miliar, tumbuh 13,4% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Laba bersih perusahaan pada periode tersebut mencapai US$3,4 miliar, setara 80 sen per saham.

Adopsi AI di tubuh Netflix bukan hal baru. Perusahaan ini telah lama terbuka soal penerapan teknologi tersebut di berbagai lini bisnis, termasuk sistem rekomendasi judul tontonan, penguatan bisnis periklanan, hingga pembangunan studio animasi berbasis AI.

Pada Maret lalu, Netflix mengakuisisi InterPositive, perusahaan yang didirikan aktor sekaligus sutradara Ben Affleck. Akuisisi itu disebut akan membantu menyediakan perangkat AI bagi para pembuat film untuk dipakai di seluruh proses produksi film maupun serial televisi.

Meski begitu, CEO Netflix Ted Sarandos memastikan perusahaan tidak berniat menggantikan peran profesional kreatif dengan AI. Ia menegaskan teknologi tersebut hanya berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti kerja para seniman.

"Kami percaya dibutuhkan seniman hebat untuk membuat sesuatu yang hebat, dan AI tidak mengubah hal itu," kata Sarandos.

"Film dibuat oleh orang-orang yang membuat film. AI memberi mereka alat untuk membuat film yang lebih baik lagi," pungkas Sarandos.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Ted Sarandos, Netflix, Ben Affleck, InterPositive, dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.