Periskop.id - Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi menyatakan, dari 12 kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayahnya, baru dua kecamatan yang dapat diakses untuk pendistribusian bantuan.
"Saat ini kita belum bisa menjangkau seluruh kecamatan, karena masih terendam air dan jalan yang dilalui juga ada yang tertimbun longsor,” kata Bupati Armia Fahmi seperti dilansir Antara di Banda Aceh, Senin (1/12).
Ia menjelaskan bantuan yang telah disalurkan baru ke dua kecamatan yakni Kuala Simpang, Karang Baru, dan sebagian Kecamatan Rantau. Sementara kecamatan lainnya belum bisa dijangkau.
Bupati menyebutkan, ada sepuluh kecamatan lainnya yang belum bisa diakses karena masih terendam banjir, meskipun dalam dua hari terakhir kondisi cuaca cerah dan tidak ada hujan.
Ia mengatakan, hal yang paling dibutuhkan saat ini adalah bantuan bagi para masyarakat yang terdampak bencana adalah beras, air bersih, makanan cepat saji, makan bayi, dan lauk pauk.
"Saat ini seluruh masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang membutuhkan bantuan dan kami terus berkomunikasi dengan pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat agar bantuan dapat segera dikirim ke Aceh Tamiang,” kata Armia Fahmi.
Menurutnya, bantuan yang dibutuhkan tersebut dapat dikirim via laut, mengingat jalur transportasi darat belum bisa ditempuh, lantaran masih banyaknya hambatan dalam distribusi jalur darat.
“Kami sudan menerima juga bantuan dari BNPB yang dikirim dari jalur udara dan kami berharap bantuan tambahan dapat terus dikirim ke Aceh Tamiang, baik jalur udara dan jalur laut,” tuturnya.
Pihaknya mengaku terus upaya melakukan penanganan pasca-bencana. Di antaranya dengan membangun posko di tempat masyarakat berkumpul. Juga membangun dapur umum agar dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat.
Ia menambahkan data sementara ada 10 korban jiwa dalam musibah banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang. “Sekali lagi kami berharap agar bantuan dapat sesegera didistribusikan ke Aceh Tamiang,” serunya.
Layanan Pegaduan
Sementara itu, Pemerintah Aceh melalui Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi membuka layanan pengaduan, bagi warga yang kehilangan kontak dengan keluarga di daerah terdampak bencana.
"Layanan ini hadir guna untuk membantu masyarakat melaporkan anggota keluarga yang belum dapat dihubungi serta dapat menanyakan perkembangan kondisi wilayah terdampak," kata Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin di Banda Aceh, Senin.
Ia menjelaskan layanan tersebut telah beroperasi sejak Minggu (30/11) dan berpusat di Media Center Posko Tanggap Darurat yang berlokasi di lobi Kantor Gubernur Aceh.
Berdasarkan laporan Posko Tanggap Darurat pada Senin sore, tercatat 26 laporan masuk dalam dua hari terakhir. Sebagian besar laporan disampaikan oleh warga yang mencari informasi mengenai keluarga mereka di wilayah Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Lebih lanjut, layanan pengaduan ini dibuka setiap hari selama masa tanggap darurat, untuk memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terkoordinasi.
Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh merilis, Bencana Hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh itu mengakibatkan sebanyak 204.940 kepala keluarga terdampak. Sedangkan 110.962 kepala keluarga di antaranya mengungsi.
Ia mengatakan warga yang mengungsi akibat bencana Hidrometeorologi tersebar di 828 lokasi pengungsian. Adapun jumlah korban jiwa meninggal dunia sebanyak 156 orang, hilang 181 orang, luka berat 403 orang dan luka ringan 1.435 orang.
Tinggalkan Komentar
Komentar