Periskop.id - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, menyiapkan sebanyak 57 kapal pada angkutan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026.
General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni Partogi Tamba di Lampung Selatan, Jumat (13/3) mengatakan, dengan jumlah kapal tersebut, pihaknya memastikan kesiapan armada untuk melayani mobilisasi penumpang pada periode angkutan Idulfitri tahun 1447 Hijriah.
“Pada Angkutan Lebaran 2026, sebanyak 57 unit kapal siap beroperasi melayani penyeberangan di lintasan utama Bakauheni–Merak. Dengan armada tersebut, selama periode layanan diproyeksikan akan berlangsung 2.949 trip kapal untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat pada masa mudik dan arus balik,” ujarnya.
Ia menjelaskan jumlah kapal yang beroperasi tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 sebanyak 75 kapal. Namun, kata dia, meskipun terdapat penurunan, pihaknya memastikan kesiapan kapal pada saat puncak arus mudik dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa yang menggunakan jalur laut.
Dia menerangkan ASDP berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan. Tidak hanya itu, untuk mendukung operasional Angkutan Lebaran, ASDP juga menyiapkan 786 personel operasional serta memperkuat berbagai fasilitas layanan.
Layanan tersebut di antaranya, buffer zone, sistem delaying, CCTV, layanan kesehatan 24 jam, dan optimalisasi waktu sandar kapal (port time) guna memastikan operasional berjalan lancar.
"Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami. Kami bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk memastikan layanan penyeberangan tetap optimal," ucapnya.
Single Tarif
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Pelabuhan Bakauheni menyatakan, pihaknya telah menetapkan program stimulus diskon tarif dan kebijakan single tarif, pada angkutan arus mudik dan balik hari Idulfitri 1447 Hijriah.
Partogi Tamba di Lampung Selatan, Rabu menjelaskan, single tarif akan diberlakukan di Pelabuhan Bakauheni pada tanggal 23 - 29 Maret 2026. “Tahun ini kita berlakukan single tarif, artinya tarif eksekutif kita berlakukan jadi reguler, sehingga tujuh dermaga kita akan menerapkan tarif reguler selama periode arus balik di tanggal 23 sampai dengan 29 Maret 2026,” kata dia.
Menurutnya, lintasan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa tersebut, merupakan jalur vital dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik nasional.
“Saat ini kita juga sudah menyiapkan shuttle bus untuk mengangkut penumpang dari terminal reguler menuju dermaga 4,5 dan 6 apabila keadaan darurat atau terjadi penumpukan penumpang di area pelabuhan,” ucapnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar