Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto meminta agar ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), pasokan listrik, serta jaringan internet tetap stabil selama periode Lebaran 2026.

"Ketersediaan BBM, pasokan listrik dan jaringan internet diupayakan terus stabil," kata Presiden dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3). 

Presiden juga meminta peningkatan kualitas pelayanan di area peristirahatan, pelabuhan, bandara, dan seluruh stasiun guna mendukung kelancaran arus mudik. Prabowo mengingatkan agar tidak terjadi antrean yang tidak terkendali di berbagai titik layanan transportasi tersebut.

Selain itu, Presiden Prabowo meminta para menteri terkait memastikan pasokan pangan tetap stabil dan aman serta harga dapat terjaga selama Lebaran.

"Ini adalah Lebaran kedua pemerintahan kita. Menko Pangan, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian pastikan agar pasokan pangan stabil dan aman dan harga-harga bisa kita jaga," ucap Prabowo.

Kepala Negara juga meminta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana aktif turun ke berbagai destinasi wisata, sekaligus mengajak masyarakat mempromosikan potensi wisata di berbagai daerah di tanah air.

Menurut Presiden, kondisi global saat ini diwarnai ketidakpastian dan krisis yang melanda sejumlah negara. Meski demikian, dirinya menilai perekonomian harus tetap berjalan dan masyarakat perlu tetap tenang karena Indonesia masih memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menjaga roda kehidupan tetap berjalan.

"Kita masih punya kekuatan dan kemampuan sehingga roda kehidupan jangan sampai terhenti situasi secara garis besar masih bisa kita kendalikan," tegasnya.

Presiden juga meminta seluruh kementerian dan lembaga mempersiapkan berbagai aspek dalam menghadapi Lebaran, agar arus mudik tahun ini dapat berlangsung baik, aman, dan nyaman.

"Kita yakinkan bahwa mudik tahun ini berjalan dengan baik, aman, nyaman dan penuh kegembiraan. Utamakan keselamatan di jalan dan persiapkan segala aspek dengan matang," tuturnya. 

Stok Aman
Terkait pasokan energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketahanan stok dalam kondisi aman dan kelancaran distribusi energi pada periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H berjalan baik, terutama di wilayah Jawa bagian barat.

Dalam kunjungan kerja ke PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream Refinery Unit (RU) VI Balongan, Jawa Barat, Kamis (12/3), Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, kondisi pemenuhan kebutuhan energi, baik Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan minyak mentah (crude oil) dalam kondisi aman.

"Baik itu untuk crude oil, kemudian juga untuk stok BBM, LPG, semua tersedia dan masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini. Kita juga melakukan inovasi-inovasi antara lain dengan pemanfaatan BBM yang optimal sesuai dengan kebutuhan." ujar Laode melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Laode menambahkan untuk mengoptimalkan distribusi energi, PT Pertamina (Persero) telah menyediakan sejumlah infrastruktur untuk menunjang mobilitas masyarakat yang mudik ke kampung halaman. Di Regional Jawa Bagian Barat (RJBB), terdapat 1.620 SPBU, 439 Pertashop, 2.331 Agen LPG, 206 SPBE, dan 2 Agen minyak tanah.

"Di saat nanti pelaksanaan RAFI, Pertamina juga melakukan penyediaan servis-servis tambahan seperti motoris, kemudian posko-poskonya ditambah fasilitas-fasilitas yang biasanya tidak dilaksanakan di musim-musim atau hari-hari biasanya," imbuhnya.

Pertamina sendiri menyediakan 427 SPBU yang beroperasi 24 jam, 2.180 Agen LPG Siaga, 18 titik layanan BBM & Kiosk Pertamina Siaga dan 52 titik Motorist/ Pertamina Delivery Service (PDS) BBM. Kemudian, 563 agen PDS Bright Gas, 62 mobil tangki standby di SPBU, serta 11 Serambi MyPertamina, yang menyediakan tempat istirahat, mini klinik, area bermain anak dan layanan kendaraan.

Adapun berdasarkan data historis dan proyeksi selama 9 Maret hingga 1 April 2026, di wilayah Jawa Bagian Barat, bahan bakar jenis bensin (gasoline) akan mengalami kenaikan permintaan sebesar 9,6%. Hal ini akibat mobilitas kendaraan pribadi yang bertambah saat mudik, begitu pula dengan permintaan Avtur yang naik tipis sebesar 0,5%. 

Selain itu, permintaan LPG juga meningkat 2,86% dikarenakan aktivitas rumah tangga selama bulan Ramadan. Begitu juga dengan permintaan BBM Industri mengalami kenaikan 7,9%.

Sementara permintaan solar mengalami penurunan 27,3% karena pembatasan operasional kendaraan logistik selama periode arus mudik dan arus balik.

Sebagai informasi, Refinery Unit (RU) VI Balongan memiliki kapasitas pengolahan kilang sebesar 150 ribu barel stream per day (MBSD). Kilang Balongan juga memiliki Nelson Complexity Index (NCI) 11,9, atau sebagai unit pengolahan minyak mentah dengan kompleksitas tertinggi di Indonesia.

Sebagian besar atau 82% produk Kilang Balongan didistribusikan ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat untuk Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek dan Integrated Terminal Jakarta (Plumpang). Adapun distribusi ke wilayah lainnya sebanyak 12% dan Ekspor Decant Oil ke Singapura sebesar 6%.