Periskop.id - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyebut, volume kendaraan saat puncak arus balik Lebaran 2026 pada Selasa (24/3) mencapai 250 ribu kendaraan.
“Arus balik puncaknya adalah 256.388 (kendaraan). Ini juga terbanyak arus balik sepanjang sejarah ini karena tahun lalu adalah 223.163, jadi ada peningkatan 14,8%,” katanya di Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (25/3).
Ia juga mengungkapkan, hingga saat ini, sudah ada 58% kendaraan yang kembali ke Jakarta atau sebanyak 1.958.000 kendaraan.
“Artinya kalau nanti malam Operasi Ketupat selesai, ini kurang lebih tinggal 250 ribu kendaraan yang harus kita kelola yang ada di Trans Jawa menuju Jakarta. Jadi, cukup terkendali,” tuturnya.
Diketahui, Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama 13 hari, yaitu mulai tanggal 13 Maret sampai dengan 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.
Selama operasi, Polri menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu, sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Pengamanan juga akan difokuskan terhadap 185.607 objek berupa masjid, lokasi salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
Hentikan One Way
Rabu ini, Korlantas Polri juga menghentikan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way dari KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, sampai dengan KM 263 Tol Pejagan–Pemalang. Penghentian rekayasa lalu lintas ini dilaksanakan lantaran arus balik mudik menuju Jakarta terpantau landai.
“Kurang lebih pukul 12.00 WIB akan kami buka untuk dua jalur normal menuju ke Jakarta, termasuk juga masyarakat yang dari Pejagan akan menuju ke Semarang,” kata Agus.
Ia mengatakan, sosialisasi pemberhentian one way tersebut telah dilakukan sejak pukul 10.00 WIB yang kemudian dilanjutkan dengan proses sterilisasi jalur. Sementara itu, sambung dia, one way pada KM 263 Tol Pejagan–Pemalang sampai dengan KM 70 Tol Cikampek Utama masih berlangsung.
“Tentunya ini mengelola flow yang ada di Cikampek agar supaya tidak terjadi penumpukan. Oleh sebab itu, di Cikampek sampai saat ini juga masih kita lakukan beberapa langkah-langkah,” ucapnya.
Pada Selasa (24/3), Korlantas Polri resmi memberlakukan rekayasa one waynasional dari KM 414 sampai dengan KM 70. Pemberlakuan rekayasa ini dibuka secara resmi oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan beberapa institusi terkait.
Kapolri mengatakan, kebijakan satu arah itu diberlakukan mulai KM 414 GT Kalikangkung Semarang hingga KM 70 GT Cikampek Utama. Setelah GT Cikampek Utama, lanjut dia, akan dilakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan ke arah Jakarta.
Tinggalkan Komentar
Komentar