Periskop.id - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) pada Jumat (27/3), mengoperasikan 22 gardu di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama), untuk melayani arus kendaraan menuju arah Jakarta menyusul diterapkannya one way di ruas Tol Trans Jawa.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo dalam keterangannya di Karawang, Jawa Barat, Jumat, mengatakan, JTT mengoptimalkan pelayanan di GT Cikampek Utama. Hal ini untuk mendukung rekayasa lalu lintas one way lokal bertahap di ruas Tol Trans Jawa, guna mengurai kepadatan pada arus balik lebaran.
Rekayasa lalu lintas one way lokal sebelumnya diberlakukan secara bertahap, mulai dari KM 132 Ruas Jalan Tol Cikopo–Palimanan hingga KM 70 GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek pada pukul 08.47 WIB.
Selanjutnya, pada pukul 10.23 WIB, rekayasa lalu lintas one way lokal presisi diperluas dari KM 263 Ruas Jalan Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek.
Pemberlakuan one way ini dibuka secara simbolis oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Posko Command Center Korlantas Polri KM 29 Tol Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat.
"Berdasarkan laporan dari Candi Zebra Satu, Lodaya Zebra Satu, serta hasil monitoringsituasi arus lalu lintas yang telah terkendali, maka pada hari ini Jumat, tanggal 27 Maret 2026, pukul 10.23 WIB, pelaksanaan one way tahap dua presisi dinyatakan dibuka," ucapnya.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan Korlantas Polri akan terus memantau situasi arus balik. Apabila terjadi kenaikan arus, ia membuka peluang akan diberlakukan one way nasional dari KM 414 sampai dengan KM 70.
Ria menambahkan, rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional sesuai diskresi kepolisian dan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Sebagai bentuk optimalisasi pelayanan, GT Cikampek Utama sebagai barrier terakhir yang menerima kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa, saat ini mengoperasikan sebanyak 22 gardu untuk melayani arus kendaraan menuju arah Jakarta.
JTT juga akan terus melakukan penyesuaian pengoperasian gardu secara situasional. Termasuk peningkatan kapasitas hingga 26 gardu guna mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas.
Menurut dia, JTT telah mengoptimalkan seluruh sumber daya operasional, guna mendukung kelancaran pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut. "JTT mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan oleh kepolisian guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak lancar dan terkendali," tuturnya.
Seiring dengan peningkatan volume lalu lintas pada periode arus balik lebaran, pihaknya juga memastikan layanan di lapangan tetap optimal. Sehingga pengguna jalan dapat merasakan perjalanan yang aman dan nyaman.
JTT memastikan, kesiapan operasional melalui optimalisasi petugas di lapangan, pengoperasian gardu tol secara maksimal, serta penambahan dukungan layanan transaksi untuk mempercepat pelayanan di gerbang tol.
Pemantauan kondisi lalu lintas juga dilakukan secara real time melalui CCTV yang terintegrasi dengan pusat pengendalian informasi.
Sejalan dengan pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut, JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa untuk dapat mengantisipasi rute perjalanan sejak dini. Termasuk memastikan kondisi kendaraan maupun pengemudi dalam keadaan prima, serta mempersiapkan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.
Pengguna jalan juga diharapkan senantiasa mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
2,3 Juta Kendaraan
Sekadar informasi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 2,3 juta kendaraan sudah masuk Jakarta pada masa arus balik Lebaran 2026 hingga Jumat (27/3).
"Dari data yang dimiliki oleh Jasa Marga sampai dengan pagi tadi pukul 06.00 WIB, sudah memasuki Jakarta kendaraan sebesar 2,3 juta. Artinya, sudah 69 persen,” kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono di Posko Command Center Korlantas Polri KM 29 Tol Cikampek, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat.
Ia mengatakan, dalam arus balik ini, rekayasa lalu lintas one way diberlakukan dengan mempertimbangkan jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta.
"Terutama melihat dari prediksi yang persis sama. Contoh di tanggal 24, 25, dan kemarin 26 trennya persis sama. Jadi, dari 206 ribu, 192 ribu, diprediksikan nanti adalah hari ini 183 ribu, baru naik lagi 200 dan sampai 250 diperkirakan di hari Minggu (29/3),” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, terdapat beberapa rest area yang menyebabkan kepadatan lalu lintas, terutama rest area KM 229, KM 208, dan KM 164. Guna mengatasinya, Jasa Marga akan memberlakukan opsional buka tutup rest area. Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan rest area sebelum-sebelumnya.
"Kami mengimbau kepada masyarakat juga mempersiapkan karena sebelum 229 juga ada 360, 380 atau setelahnya di 130 bisa digunakan, dan dalam kesempatan nanti, rest area 62B maupun 52B pasti akan kami nyatakan opsional untuk dibuka tutup," tandasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar