periskop.id - Manajemen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara elektronik. Agenda krusial pemegang saham ini dijadwalkan berlangsung terpusat dari Jakarta Selatan pada 10 April mendatang.

"Perseroan dengan ini mengundang para pemegang saham untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan," tulis manajemen BBRI dalam keterangan resminya, Rabu (25/3).

Penyelenggaraan forum pengambilan keputusan ini memanfaatkan platform Fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI).

Rapat akbar ini bersiap membahas tujuh rancangan agenda strategis perusahaan secara mendalam.

Para investor menyoroti persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebagai fokus utama pertemuan.

Agenda tersebut berkaitan langsung dengan penentuan besaran nilai pembagian dividen bagi pemegang saham publik.

Emiten perbankan pelat merah ini sukses mencatatkan laba bersih konsolidasian bernilai jumbo sepanjang tahun lalu.

Keuntungan bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai angka Rp56,65 triliun.

Kondisi permodalan sehat ini sangat mendukung perusahaan melakukan pembagian dividen secara maksimal.

Langkah ini diyakini tidak akan mengganggu kekuatan modal maupun rencana ekspansi usaha ke depan.

BBRI sebelumnya telah menyalurkan dividen interim senilai Rp137 per saham pada 15 Januari lalu.

Pembayaran awal senilai total Rp20,63 triliun ini akan diperhitungkan ke dalam dividen final tahun buku 2025.

Dokumen informasi tambahan RUPS merinci total dividen indikatif minimal berada di level Rp343,4 per saham.

Perhitungan dividen indikatif ini didasarkan pada total 151.559.001.604 lembar saham beredar di pasar modal.

Penetapan dividen ini menjadi wujud nyata komitmen perseroan mengapresiasi loyalitas para investor.

Perusahaan tetap menjaga keseimbangan persentase laba ditahan demi kelancaran agenda penguatan kapasitas permodalan di masa depan.