Periskop.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Jawa Barat, menyebut arus kendaraan yang kembali dari kampung halaman menuju Jakarta atau pemilir, masih memadati Jalur Pantai Utara (Pantura) di wilayah tersebut hingga Kamis (26/3) siang.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Cirebon Yeye Mulyana di Cirebon, Kamis, mengatakan, arus kendaraan yang melintas di jalur tersebut masih cukup tinggi, sekalipun sebagian pemilir sudah kembali ke daerah asal di hari-hari sebelumnya. 

Ia menyebutkan, hingga pukul 14.30 WIB, terdapat 50.935 kendaraan yang melintas di Jalur Pantura Cirebon menuju Jakarta, dengan dominasi sepeda motor sebanyak 39.450 unit. Pihaknya mendata secara keseluruhan arus kendaraan yang sudah melintas hingga saat ini, mencapai 300.510 unit.

Sedangkan, kata dia, total ada 687.573 kendaraan yang melintas ke arah Jawa Tengah di Jalur Pantura Cirebon selama arus mudik Lebaran 2026. Menurut dia, jumlah pemilir yang sudah kembali diperkirakan sekitar 35% dari total pergerakan arus balik tahun ini.

“Kalau dilihat dari data yang ada, sekitar 35% sudah kembali. Artinya masih ada sekitar 65% yang kemungkinan akan kembali dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Ia memperkirakan peningkatan arus kendaraan masih berpotensi terjadi mulai Jumat hingga akhir pekan. “Prediksi ke depan mungkin dari hari Jumat besok ada peningkatan, kemudian Sabtu dan Minggu juga kemungkinan masih ramai,” ujarnya.

Yeye menjelaskan, kondisi lalu lintas di Jalur Pantura Kota Cirebon hingga saat ini masih terpantau terkendali, meskipun volume kendaraan relatif tinggi.

Ia mengatakan, pihaknya belum menerapkan rekayasa lalu lintas tambahan karena arus kendaraan masih dapat diatur, dengan pengaturan lampu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL).

Selain itu, ia menyampaikan pada musim arus mudik dan balik tahun in,i tidak ada penutupan jalan di sejumlah ruas yang biasanya diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut, kata dia, justru memberikan kemudahan bagi masyarakat lokal untuk tetap beraktivitas, termasuk berbelanja dan melakukan kegiatan sehari-hari. Ia menilai arus mudik dan balik pada tahun ini lebih tersebar waktunya, sehingga tidak menimbulkan kepadatan yang terlalu tinggi dalam satu waktu.

“Pola perjalanan masyarakat yang lebih bertahap, turut membantu kelancaran lalu lintas di Jalur Pantura Kota Cirebon,” tuturnya.

Masuk Sekolah

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan para orang tua bahwa pengaturan jadwal dan rute kepulangan harus dikelola dengan baik. Hal ini diperlukan agar tidak melelahkan bagi anak-anak untuk kembali bersekolah setelah libur Lebaran.

"Masa liburan panjang akan segera berakhir, menandakan tibanya waktu bagi anak-anak untuk bersiap kembali ke bangku sekolah maupun pesantren. Bagi mereka yang menggunakan masa liburan hingga hari terakhir, persiapan matang untuk perjalanan arus balik sangatlah krusial," kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra, Kamis.

Menurut dia, hal ini penting, karena faktor kelelahan setelah perjalanan panjang, tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga secara signifikan mempengaruhi kondisi psikologis dan mental anak. Khususnya saat dihadapkan kembali pada rutinitas belajar.

Jasra Putra mengatakan, keluarga yang menggunakan transportasi umum, seperti kereta api dan pesawat, cenderung memiliki risiko kemacetan yang lebih minim.

Namun, bagi pengguna jalur darat, KPAI mengimbau agar masyarakat senantiasa memperhatikan saran petugas di lapangan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi arus balik yang aman, nyaman, dan lancar.

Secara umum, KPAI melihat penyelenggaraan mudik tahun ini berjalan dengan baik. Meski demikian, KPAI mengingatkan agar para petugas di lapangan tidak lengah.

"Potensi kepadatan arus balik lalu lintas di hari-hari terakhir libur tetap memerlukan rekayasa dan langkah antisipatif untuk mengurangi faktor kelelahan pada masyarakat, khususnya anak-anak," kata Jasra Putra.

Berdasarkan jadwal libur sekolah Lebaran 2026, pemerintah menetapkan satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, hingga SMA/sederajat libur dua pekan sejak 16 Maret hingga 27 Maret 2026. Selanjutnya, para siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada Senin (30/3).