Periskop.id - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Jakarta selama masa Angkutan Lebaran 2026 sebanyak 990.974 penumpang. Jumlah ini naik empat persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 945.735 penumpang.

“Kami mencatat adanya peningkatan kinerja sebesar empat persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kereta api semakin tinggi, terutama pada masa Angkutan Lebaran,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo di Jakarta, Senin (30/3). 

Menurutnya, di tengah tingginya mobilitas arus balik Lebaran, kereta api mampu memberikan perjalanan yang lebih pasti, bebas hambatan, dan tepat waktu. Dengan begitu, jadwal kedatangan dapat diprediksi dengan baik.

"Hal ini menjadi faktor penting bagi pelanggan yang kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan aktivitas pascalibur Lebaran," ujar Franoto.

Dari sisi kenyamanan, sambung dia, penumpang yang tiba dapat merasakan perjalanan yang menyenangkan, dengan fasilitas yang memadai selama perjalanan jarak jauh.

Selain itu, kata dia, aspek keselamatan yang terjaga melalui sistem operasional terstandardisasi, turut menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang dapat diandalkan.

Kemudian, Franoto menyebutkan kemudahan akses menuju stasiun yang umumnya berada di pusat kota juga memberikan nilai tambah bagi penumpang yang tiba. Hal tersebut memudahkan konektivitas dengan moda transportasi lanjutan.

Lebih lanjut, dia menuturkan, seiring berakhirnya masa puncak arus mudik, fokus layanan KAI Daop 1 Jakarta saat ini tertuju pada kelancaran arus kedatangan penumpang di stasiun-stasiun utama. Di antranya, Gambir, Pasar Senen, Jatinegara, Bekasi, dan stasiun lainnya.

“Meskipun masa Angkutan Lebaran masih berlangsung hingga 1 April 2026, kami memastikan seluruh operasional berjalan dengan baik, aman, dan lancar," ungkap Franoto.

Sementara itu, untuk periode pascalibur Lebaran (30 Maret-1 April 2026), masih tersedia sekitar 91.533 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.