Periskop.id – Perang yang terjadi di Timur Tengah terbukti tek hanya mempengaruhi penduduk di wilayah perang dan sejumlah negara, tapi juga mulai terasa dampaknya di Amerika Serikat (AS) sendiri. Pemimpin Minoritas Demokrat Senat AS Chuck Schumer menyatakan, warga Amerika mulai mengurangi makan karena kenaikan harga yang dipicu operasi militer AS terhadap Iran.
"Warga Amerika sudah melewatkan makan akibat perang sembrono di Iran yang sengaja dipilih oleh (Presiden AS Donald) Trump. Ini hanya contoh lain bagaimana kekacauan yang ia ciptakan membuat mereka kian kesulitan membeli makanan," tulis Schumer di platform X, dikutip Kamis (26/3).
Schumer menyampaikan hal itu untuk menanggapi laporan media yang menyatakan warga AS kini mengurangi belanja makanan untuk menutupi biaya bahan bakar yang melonjak, setelah Selat Hormuz diblokade oleh Iran.
Seperti diketahui, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan warga sipil. Iran lalu membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi itu menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Gangguan itu juga memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan serta mendorong kenaikan harga.
Tahap Akhir
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini konflik dengan Iran kini berada di tahap akhir dan dia berharap akan berakhir beberapa pekan mendatang.
Menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip sumber, Rabu (25/3), Trump mengatakan hal itu kepada para penasihatnya. Ia juga mendesak mereka untuk tetap berpegang pada kerangka waktu yang telah diumumkan pada publik, yaitu empat hingga enam pekan.
Rabu itu juga, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Trump akan mengunjungi Beijing pada 14-15 Mei untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping.
Perwakilan Gedung Putih pun telah menetapkan pertemuan antara Trump dan Jinping di Beijing pada pertengahan Mei, dengan harapan konflik dengan Iran dapat selesai sebelum KTT itu dimulai, menurut laporan tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar